oleh

Bertemu Rycko, Warga Curhat Modal Sampai PKH  

radarlampung.co.id – Bakal calon Wali Kota Bandarlampung Rycko Menoza SZP berkeliling dan berdialog dengan warga, Selasa (4/2). Dalam kegiatan yang berlangsung di Kecamatan Wayhalim, Kedaton dan Labuhanratu tersebut, ia mendengar keluhan dan harapan masyarakat.

Seperti disampaikan Junaidi, seorang warga Wayhalim. Salah satu kendala yang dihadapi adalah sulitnya mendapatkan akses permodalan untuk mengembangkan usaha. ”Kami harap Pak Rycko nanti jika terpilih agar memberikan perhatian khusus kepada pengusaha kecil,” kata Junaidi.

Menurut dia, bertahun-tahun usaha kecil tidak berkembang karena sulitnya mendapatkan modal. ”Dengan bantuan modal, kami bisa mengembangkan usaha,” sebut dia.

Sementara Loly, salah seorang warga Labuhanratu menyampaikan harapan adanya pemerataan bantuan program keluarga harapan (PKH). Sebab saat ini banyak warga kurang mampu tidak mendapatkan bantuan.

Baca :   Perindo Beri Sinyal Dukung Nessy Mustafa

“Warga yang kurang mampu seperti kami ini banyak yang tidak mendapatkan bantuan,” ujarnya. Oleh karena itu, perlu pendataan yang sesuai dengan kondisi masyarakat agar bantuan tersebut tepat sasaran.

Menanggapinya, Rycko Menoza mengatakan, pemberdayaan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) adalah salah satu program prioritasnya untuk masyarakat. Selain kaum ibu, program tersebut juga menyasar milenial agar mendapatkan tempat berkreasi, sekaligus lapangan usaha.

Akses permodalan, kata dia, menjadi faktor penting untuk menumbuhkan usaha-usaha baru agar ibu-ibu mendapatkan penghasilan tambahan seperti industri kerajinan atau industri makanan.

Baca :   Siapa Penerima Rekom PDIP di Pesawaran?

”Apabila mendapatkan amanah dari masyarakat nanti, kami akan menumbuhkan produk unggulan setiap kecamatan sebagai sentra-sentra ekonomi kreatif,” tegas Rycko.

Oleh karena itu, terus Rycko, Bandarlampung harus memiliki arah pembangunan yang jelas. Yaitu menjadi kota metropolitan dengan destinasi wisata. “Dengan begitu, secara otomatis akan banyak orang berkunjung dan membelanjakan uangnya di Bandarlampung,” tandasnya.

Terkait bantuan dari pemerintah seperti PKH, perlu pendataan ulang agar benar-benar tepat sasaran. Selain itu, harus ada dukungan dan realisasi pemberian tanda di setiap rumah warga yang mendapat PKH, agar masyarakat yang mampu merasa malu mendapatkan bantuan tersebut. (rls/ais)

Komentar

Rekomendasi