oleh

Cerita Yesti Yulianti Melahirkan Saat Hendak Tes CPNS

radarlampung.co.id-Rasa haru menyelimuti Yesti Yulianti (26) saat ditemui radarlampung.co.id usai melahirkan anak keduanya di Rumah Sakit Ibu dan Anak Puri Betik Hati Selasa (4/2).

Yesti -sapaan akrab Yesti Yulianti- yang ditemui usai melahirkan di ruang Lily RSIA Puri Betik Hati ini menceritakan kisahnua saat hendak melakukan tes sebagai salah satu peserta Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Pemkab Pesawaran. Namun, niat Yesti menjadi Ahli pertama, Guru Bimbingan konseling di Pemda Pesawaran tersebut kandas usai anak laki-laki keduanya lahir tepat diwaktu ia akan menjalani tes.

Yesti mengaku tidak sedikit pun merasakan anak keduanya ini bakal lahir Selasa (4/2). Dirinya pun menyiapkan diri dengan matang untuk menjalani tes yang digelar sesi pertama 08.00 WIB di Institut Teknologi Sumatera (Itera), Lampung Selatan.

Sejak Senin (3/2) malam, Yesti pun belajar hingga larut. Meskipun sesekali ia merasakan sakit di perutnya. Tetapi sakit tersebut dihiraukan Yesti, karena dia ingat betul saat kelahiran anak pertamanya ia sempat mengalami kontraksi palsu.

“Benar-benar nggak ada rasanya, bahkan semalam saya belajar untuk persiapan  ya sampai jam 12 malem. Ya ada sakit cuma saya kira kan seperti abangnya, karena sakit tapi kontraksi  palsu. Melahirkannya seminggu kemudian, makanya saya ya masih nggak tahu kalau  mau lahiran,” beber Yesti.

Yesti memutuskan untuk menginap di Bandarlampung bersama sang suami, Raga Irlanda. Maklum, Yesti dan suaminya berdomisili di Kuta Dalom, Kecamatan Way Lima, Pesawaran.

Sejak Selasa (4/2) pagi, rasa sakit itu juga sudah dirasakannya. Namun, Yesti tetap mempersiapkan diri untuk berangkat ke Itera. Datang dengan pakaian lengkap rok hitam dan baju kemeja putih dengan hijab berwarna hitam. Karena dalam kondisi hamil, Yesti didahulukan  memasuki ruangan.

Sebenarnya didalam ruangan tidak hanya Yesti yang dalam kondisi hamil, ada sekitar delapan orang lainnya. “Nggak hanya saya yang hamil, saya lihat ada delapan orang. Tapi sepertinya saya yang hamilnya paling tua. Soalnya ada juga yang masih mual-mual, sampai yang uda gede,” tambah Yesti.

Yesti yang sudah duduk dan mendapatkan pin untuk login dalam sistem SSCN ini makin lama makin tak bisa menahan rasa sakitnya. Belum sempat melakukan login apalagi untuk menjawab soal, Yesti memutuskan untuk dibawa ke rumah sakit karena sakit yang dirasakannya.

“Jadi saya baru duduk, kan ibu hamil bisa duluan masuk. Tapi mulainya bareng-bareng dengan yang lain, nah tadi saya belum mulai. Masih nunggu yang lain tapi perutnya tambah sakit,” lanjut Yesti.

Hingga akhirnya Yesti dibawa menggunakan ambulans menuju rumah sakit.  Sang suami yang memang siaga menunggu istrinya turut dalam kendaraan menuju rumah sakit. Yesti menyebut, bidan yang turut menemani dirinya dari Itera menuju rumah sakit sudah mengatakan bahwa dirinya telah mengeluarkan darah dan air ketuban.

Sekiranya Yesti sampai di RSIA Puri Betik Hati pukul 09.00 WIB, Yesti langsung mendapat penanganan dari perawat dan dokter di RSIA Puri Betik Hati. Disana, akhirny diketahui kandungan Yesti sudah masuk bukaan 10. Akhirny, hanya sekitar 15 menit di IGD Yesti telah melahirkan bayi keduanya.

Saat melahirkan ini, Yesti hanya ditemani bidan. Karena sang suami sedang mengurus administrasi rumah sakit. “Iya jadi saya sampai ke IGD ini hanya 15 menitlah, sudah lahiran. Alhamdulillah ya cepet  banget, itu aja suami saya masih di lantai atas rumah sakit. Lagi ngurus administrasinya, saya cuma ditemanin bidan,” tambahnya.

Proses lahiran yang cepat menurut Yesti dialaminya tanpa persiapan. Bahkan dirinya tak melepas baju hitam putih pasca tes CPNS tadi.  Begitu juga dengan peralatan bayi yang memang tak dibawa karena tidak ada persiapan.

Hingga saat ini, Yesti mengaku bersyukur dapat melahirkan anak keduanya dengan sangat mudah. Apalagi  kondisi anaknya sehat dengan berat 2,7 kilogram dan panjang 47 sentimeter. Walaupun dirinya tak bisa mengikuti tes CPNS yang memang diimpikannya.

Yesti yang sebelumnya merupakan ibu rumah tangga mengaku tetap bersyukur. Dia yakin ada rezeki Allah kedepannya. “Ya Alhamdulillah kalau CPNS kan masih ada hari esok, kalau ini (melahirkan) nggak bisa ditunda. Alhamdulillah lancar dan cepat, walaupun rezeki CPNS nya belum,” tambahnya.

Karena kondisi ini, rencananya anak kedua Yesti bakal dinamakan berkaitan dengan Itera. “Kalau sekarang belum dikasih nama, tapi kepengen namanya ada kaitannya dengan Itera,” tambahnya.

Informasi Yesti telah melahirkan anak keduanya ini pun diakui mengagetkan sang kakak, Meriza. Karena Yesti meminta izin dan meminta doa pada sang kakak dan keluarga besar untuk menjalani tes CPNS. Bukan untuk melahirkan.

“Pas di telpon ya kaget, karena mintanya doain untuk CPNS. Saya lagi dirumah, ya kaget banget,” tambahnya.

Hal ini juga dibenarkan Kepala UPT Penyelenggara Seleksi calon dan penilaian kompetensi pegawai aparatur sipil  negara Bandarlampung dibawah Kanreg (kantor regional) 5 BKN Muhamad Mujaedi.

“Benar ada yang tadi tes untuk Pemda Pesawaran mau melahirkan. Sudah dibawa ke rumah sakit sama tim tadi,” tambah Mujaedi. (rma/yud)

Komentar

Rekomendasi