oleh

Komisi III DPRD Tanggamus dan Dinas PUPR Blusukan Tinjau Infrastruktur Rusak

Beranjak dari Ciherang, rombongan Komisi III DPRD  meninjau akses jalan penghubung dari Pekon Darussalam, Kecamatan Gunungalip ke arah Pekon Kayuhubi, Kecamatan Pugung sepanjang satu kilometer. Lalu menuju jalan Beringin Naik Kedaloman, Kecamatan Gunungalip menuju Pekon Campang, Gisting yang masih berupa onderlag sepanjang 800 meter dari total tiga kilometer.

Rombongan juga mengecek jalan Campang III, Pekon Kedaloman yang memiliki panjang total dua kilometer. Jalan ini 200 meter lapen, sisanya masih berupa tanah. ”Jalan ini tembus ke Dusun Bapri, Pekon Wonoharjo, Kecamatan Sumberejo dengan panjang dua kilometer dan lebar empat meter,” kata Sekretaris Pekon Kedaloman Truyandi.

Dari Gunungalip, rombongan meninjau jalan Dusun Peniongan, Pekon Sukaramae, Kecamatan Talangpadang dengan panjang tiga kilometer lebih dan lebar tiga meter. Jalan ini  tembus ke Pekon Singosari, Negeriagung dan Kalibening

Baca :   Tinjau Korban Banjir, Bupati Janji Segera Kirim Bantuan

Lalu, rombongan bergerak ke Kecamatan Airnaningan. Di Pekon Karangsari, anggota Komisi III meninjau gorong-gorong yang erosi dan mengikis sebagian jalan utama penghubung Kecamatan Pulaupanggung dengan Airnaningan. Lalu ada juga jalan lingkar antarpekon sepanjang lima kilometer, baru lapen sekitar satu kilometer.

Ketua Komisi III Iskandar Juned mengatakan, pihaknya meninjau infrastruktur yang kondisinya butuh perbaikan, namun belum tersentuh pembangunan. Hal ini juga menindaklanjuti laporan masyarakat.

”Tadi yang ditinjau meliputi jalan Kenanga di Ciherang, Gunungalip; jembatan menuju Pekon Waypring yang butuh perbaikan dan gorong-gorong di Pekon Karangsari, Kecamatan Air Naningan. Insya Allah tahun ini juga diperbaiki. Khususnya gorong-gorong yang nyaris ambrol di Pekon Karangsari. Menurut Dinas PUPR, tahun ini juga dibangun,” kata Iskandar Juned.

Baca :   Dewan Sisihkan Gaji untuk Bantu Penanganan Covid-19

Begitu juga dengan jembatan di Gunungalip yang merupakan akses sentral masyarakat. Harapannya tahun ini diperbaiki

Ditambahkan Johny Wahyudi, untuk pembangunan jembatan harus jelas hibah tanahnya. Hal ini untuk mengantisipasi adanya gugatan dikemudian hari. ”Kita tidak mau, nanti begitu mulai pembangunan terjadi masalah soal tanah seperti di Jembatan Waytebu II. Kalau bisa tanah klir dulu, baru dibangun,” tegas politisi NasDem ini.

Komentar

Rekomendasi