oleh

Pedagang Mengeluh LPG 3 Kg Naik

radarlampung.co.id – Kenaikan harga eceran tertinggi (HET) LPG 3 kilogram ditingkat pangkalan yang semula Rp16500 menjadi Rp18 ribu ini mendapat keluhan dari sejumlah pedagang.

Beberapa pedagang yang ditemui radarlampung.co.id menyebut selama ini tak membeli langsung dari pangkalan, namun di warung atau kerabat terdekat. Dari sana pula, harga awal yang dibeli pedagang tak sesuai HET yang ada, kala itu Rp16500.

Dengan mendengar kenaikan HET LPG 3 kilogram tingkat pangkalan, pedagang takut harga LPG akan kembali naik. Salah satunya diungkapkan Bapak Panggabean, yang membuka warung tela-tela Gabema di Pahoman, Bandarlampung. Usaha yang ditekuninya selama 14 tahun ini memang sekarang cukup sepi. Sehingga dirinya takut kenaikan harga LPG akan mempengaruhi penghasilannya.

“Iya keberatan kalau naik (LPG 3 kilogram), takut berimbas ke harga dagangan yang lainnya. Kalau saya naikin harga sudah nggak mungkin, soalnya sekarang sudah semakin sepi,” bebernya.

Dirinya sendiri mengaku setiap harinya menghabiskan sekitar 5 tabung LPG 3 kilogram untuk berdagang jamur crispy. Dengan harga belinya ke salah satu rekannya Rp23 ribu per tabung.

Kemudian salah seorang pedagang bakso di Jalan Agus Salim, Kaliawi, Tanjungkarang Pusat bernama Lek Sur. Meskipun dirinya tak banyak menggunakan LPG 3 kilogram per harinya, tapi dirinya turut khawatir harga LPG yang dibelinya dari warung ini.

“Kalau saya nggak banyak pakai LPG, dua hari tiga tabung lah. Harga per tabungnya itu Rp23 ribu, ya kalau naik ya khawatir ya. Nanti pasti harganya akan naik lagi,” beber Sur.

Kemudian Darmini, pemilik salah satu warung juga mengungkapkan kekhawatirannya dengan naiknya HET LPG 3. Selama ini, Darmini mengaku mendapatkan stok LPG dari salah seorang kerabat nya dengan harga Rp21 ribu. Lantas dirinya menjual Rp23 ribu per tabung.

“Iya saya jual juga nggak banyak, sekali dapet paling 5 tabung. Saya juga belinya nggak di Pertamina (pangkalan) karena nggak pernah kebagian.  Yang disana (pangkalan) itu yang sudah langganan rata-rata,” beber Darmini.

Sementara sebelumnya Diberitakan penerapan harga eceran tertinggi (HET) LPG 3 Kilogram tingkat pangkalan yang baru sebesar Rp18 ribu di Provinsi Lampung bakal diterapkan mulai Kamis (6/2).

Jefry Aldy Kabid Minyak dan Gas Dinas ESDM Provinsi Lampung mengatakan rencananya HET LPG 3 Kilogram yang baru berdasarkan keluarnya Keputusan Gubernur Lampung Nomor G/869/B.IV/HK/2019 pada 30 Desember 2019.

”Kalau sesuai SK Gubernur harusnya diterapkan 1 Januari, namun kami sepakat melakukan sosialisasi terlebih dahulu yang masif baru akan diterapkan. Dan rencananya mulai besok diterapkan untuk HET LPG 3 kilogram yang baru sebesar Rp18 ribu tingkat pangkalan,” beber Jefry.

Jefry mengatakan, kenaikan HET yang sebelumnya sebesar Rp16,500 ini dilakukan dengan banyak pertimbangan. Terutama mengenai operasional pangkalan hingga menekan terjadinya inflasi. ”Jadi waktu dulu kan pangkalan di Lampung sedikit, dan saat ada LPG masuk bisa dapet tiga hingga empat truk per bulannya dan ini masih bisa menutupi biaya operasional. Berjalannya waktu, pangkalan semakin banyak dan kuota tetap malah cenderung menurun. Sehingga pangkalan mendapatkan hanya dua truk. Belum lagi margin keuntungannya kotor hanya Rp1,6 juta. Ini dinilai tidak layak,” beber Jefry. (rma/yud)

Komentar

Rekomendasi