oleh

Cegah Corona Masuk Lampung, Dinkes Lakukan Screening Kedua

radarlampung.co.id – Dinas Kesehatan (Diskes) Provinsi Lampung berupaya mencegah masuknya virus corona (2019-nCoV). Di mana, Diskes berperan dalam mencegah masuknya sumber virus melalui screening kedua.

Kadiskes Provinsi Lampung, Reihana mengatakan, saat ini ada pembagian tugas dengan tim dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) kelas II Panjang. Di mana, KKP bertugas melakukan screening pertama.

“Jadi untuk screening pertama di lakukan saat WNI maupun WNA yang baru, dari luar negeri dilakukan pengecekan baik di Bandara maupun via laut. Untuk pendatang dari luar negeri di Bandara Soekarno Hatta akan diberikan Kartu Kewaspadaan Kesehatan, terutama jika pendatang tersebut datang dari Negara-negara terkonfirmasi (virus),” ungkap Reihana, Senin (10/2).

Adanya Kartu Kewaspadaan Kesehatan, nantinya saat sampai di Lampung, maka tim KKP akan mengecek sebagai bukti bahwa nama tersebut dan alamatnya baru saja kembali dari luar negeri. Hal serupa dilakukan pada kapal yang akan sandar di Pelabuhan Panjang. Pengawasan dilakukan ketat, jika ada yang menujukan ciri-ciri seperti batuk, pilek, sakit tenggorokan hingga sesak nafas harus memilih akan dievakuasi atau tidak diizinkan merapatkan kapalnya di Pelabuhan Panjang.

Untuk tahapan selanjutnya ialah screening tahap kedua yang dilakukan Diskes Provinsi Lampung bersama Diskes pemda kabupaten/kota. Screening kedua untuk meyakinkan bahwa orang yang baru datang dari luar negeri itu didalam masa inkubasi virusnya selama 14 hari tidak menunjukan gejala apapun.

“Screening kedua dilakukan jika dari pelabuhan dan bandara saat sampai di thermo scanner tidak menunjukan suhu tubuh diatas 38 derajat Celsius. Karena tanpa menunjukan suhu tersebut memang tidak ada alasan untuk melakukan observasi. Maka setelah itu orang-orang itu diperbolehkan kembali ke tempat masing-masing dengan pemantauan menggunakan tim surveilans terutama pemantauan pendatang yang berasal dari Negara terconfirm virus selama 2-14 hari masa inkubasi,” bebernya.

Baca :   IMA Dirikan Tempat Cuci Tangan di Lima Titik

Reihana menambahkan jika selama masa inkubasi atau proses virus masuk ke tubuh sampai menimbulkan gejala dan apabila selama 2-14 hari tersebut warga itu tidak menimbulkan gejala demam, batuk pilek sakit tenggorokan dan sesak maka orang tersebut akan dibebaskan.

“Makanya, kami mengajak masyarakat Lampung tidak panik, karena kami sudah melakukan upaya maksimal. Screening sudah kuat, tiga rumah sakit juga sudah siap, RSUDAM juga memiliki isolasi kedap udara. Yang jelas, virus corona ini penyebarannya tinggi tapi kematiannya masih dibawah virus SARS dan MERS yang bisa sampai 20-30 persen, kalau virus corona hanya sekitar 4 persen. Namun penyebarannya memang cepat sekali. Maka itu kami mendorong masyarakat mempersiapkan alat pelindung,” tambah Reihana.

Kemudian masyarkat Lampung saat ini diminta untuk menghindari kontak langsung dengan hewan, jangan mengkonsumsi daging yang tidak dimasak. Apabila mengalami sakit batuk gunakan masker, jangan batuk dan bersin sembarangan, jaga  selalu  higiene  sanitasi  serta  senantiasa  menerapkan. ”Menjaga Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Jaga daya tahan tubuh dengan konsumsi gizi seimbang, istirahat yang cukup dan ber olah raga. Jika sakit segera periksakan ke sarana pelayanan kesehatan,” katanya.

Untuk di Provinsi Lampung sendiri, Tim Surveilans (pencegahan) yang ada di seluruh kabupaten/kota sedang memantau sekitar 1126 baik WNI maupun WNA yang baru saja bepergian dari luar negeri. Pemantauan dilakukan selama 14 hari kedepan.

Baca :   PSMTI Lambar Bantu Alkes untuk Tenaga Medis

“Sekarang ada pemantauan oleh Tim Surveilans di hampir seluruh kabupaten/kota di Provinsi Lampung. Insyaallah belum ada yang melaporkan panas batuk pilek. Dan yang harus diketahui, selain gejala itu catatan perjalanan sebelumnya apalagi harus pernah kontak atau berada di Negara terkonfrim perlu diketahui untuk memastikan. Sehingga tidak perlu dikhawatirkan jika saat ini sedang flu namun tidak pernah melakukan perjalanan keluar negeri maupun pernah ada kontak dengan masyarakat yang baru dariluar negeri,” lanjutnya.

Reihana menyebut, saat ini total 1126 orang se Provinsi Lampung yang masih dalam pemantauan. Untuk 1126 orang ini diantaranya bekerja sebagai TKI, wisatawan, tenaga asing. “Kami ingatkan masyarakat tidak perlu khawatir. Tim kami tetap bekerja baik, kami terus berkoordinasi dan belum ada yang menyampaikan ada yang menunjukan gejala. semua sudah kami lakukan tinggal berdoa pada Allah semoga virus tidak masuk ke Indonesia,” ucapnya.

Sementara tak lama lagi, salah satu WNI yang berada di Provinsi Hubei, Tingkok yang sebelumnya tengah menjalani observasi di Pulau Natuna bakal dipulangkan. Namun, guna memastikan tetap dalam kondisi baik, Diskes Provinsi Lampung menambahkan masa isolasi WNI tersebut selama 14 minggu kedepan.

“Untuk pemulangan WNI dari Provinsi Hubei, Tiongkok yang saat ini tengah diisolasi selama dua minggu, nantinya setelah selesai masa inkubasinya mereka akan dipulangkan. Kepulangan ini akan dikoordinasikan dengan Badan Penghubunghg di Jakarta. Tapi kami akan tetap observasi 14 hari, biar aman. isolasinya bukan diruangan khusus, tapi dia dipersilahkan kembali kerumahnya. Hanya nantinya dia yang akan diawasi selama dua minggu kedepan,” tandasnya. (rma/yud)

Komentar

Rekomendasi