oleh

Pemerintah Diminta Buka Peluang Beasiswa Santri Lintas Negara

radarlampung.co.id – Pondok Pesantren (Ponpes) Jabal An Nur Al Islami yang berbasis internasional, meminta pemerintah membuka peluang beasiswa luar negeri bagi alumni santri ponpes.

Pimpinan Ponpes Jabal An Nur Al Isalami K.H. Muhammad Sulthon berharap, Pemprov, Pemkot dan Pemkab dapat membuka jalur beasiswa luar negeri, khususnya ke Timur Tengah. Sebab, selama ini perwakilan para santri yang kuliah ke luar negeri dilakukan secara mandiri.

“Sehingga anak-anak yang berasal dari Lampung, khsusnya santri ponpes itu bisa melanjutkan sekolah ke luar negeri dengan jalur yang tersedia dari pemerintah daerah setempat, karena selama ini kita justru mengikuti tes melalui daerah lain,” katanya kepada Radar Lampung, Senin (10/2).

Dengan adanya beasiswa ke Timur Tengah, dirinya berharap akan banyak lulusan beasiswa luar negeri yang menjadi ulama dan cendikiawan keilmuan yang merupakan lulusan dari ponpes di Lampung. Ia mencontohkan, selama ini Ponpes Jabal An Nur Al Islami bergerak sendiri.

“Ya, Alhamdulillah meskipun kita berusaha sendiri. Namun, bisa dilihat bahwa anak-anak kita ada yang mendapat beasiswa di luar negeri. Bahkan ada yang S2 dan S3. Ketika mereka selesai, mereka akan kembali ke pondok ini, untuk mengamalkan ilmunya,” ujarnya.

Menurutnya, kerja sama dengan ponpos selama ini telah berlangsung. Namun, dengan adanya peran dari pemerintah daerah secara langsung, baik melalui kedutaan besar Timur Tengah diharapkan dapat mempermudah akses semakin luas.

“Wilayah Timur Tengah terbuka, seperti Mesir, Libya, Qatar, Iran, Yaman, Dubai. Kalau dilakukan kerja sama secara khusus oleh pemerintah, maka akan lebih baik lagi. Nah, selama ini kan dilakukan kerja sama antar lembaga dengan lembaga di negara tertentu,” ujarnya.

Dirinya melihat, selama ini kerja sama antar lembaga dan univeritas antar negara yang difasilitasi pemerintah daerah, yakni di Jawa Timur dan Jawa Tengah berupa program Dauroh. “Kalau dari Provinsi Lampung atau Kota Bandarlampung saat ini belum ada seperti itu, karena belum ada permintaan dari pemerintah daetah setempat,” bebernya.

Adapun kegiatan dauroh yakni, berupa program seleksi beasiswa yang diselenggarakan pemerintah daerah atas kerja sama antar lembaga atau negara. “Untuk syarat digelarnya program dauroh ini, ponpes harus bertaraf internasional, dan kami sudah siap, karena alumni kami pun sudah ada yang kuliah di luar negeri,” urainya.

Kegiatan dauroh ini pun akan meningkatkan kunjungan dari daerah lainnya, karena sifatnya nasional dan Lampung menjadi tuan rumahnya. “Kita siap, kita adakan dauroh di sini (Ponpes Jabal An Nur Al Islami, red),” tandasnya.

Ponpes Jabal An Nur Al Islami sendiri memiliki siswa yang paling jauh berasal dari Nusatenggara Timur dan Riau. Suatu kebanggan, beberapa alumni mendapatkan beasiswa pendidikan di lima negara. Yakni, International Islamic University of Africa Sudan sebanyak (2 orang), International Islamic Call College Libya (1), University Al Ahqoff Yaman (3), Al Azhar Kairo (1), Malaysia (1).

“Nanti menyusul juga di Universitas Madinah Saudi Arab. Bahkan salah satu santri ada yang diterima mrnjadi TNI angkatan darat,” ungkapnya.

Dirinya menyebutkan, Ponpes Jabal An Nur Al Islami berdiri di atas dan untuk semua golongan. Jangankan orang Iran (syiah), orang Amerika sekalipun kita terima dipondok kami demi meningkatkan sistem pembelajaran santri, khususnya dibidang bahasa.

“Kami tidak melarang siapapun dan dari golongan apapun yang berkunjung ke kami utk menyampaikan yang berkaitan dengan pemahaman. Namun, kamipun punya benteng untuk menahan spekulasi pemahaman yang ada atau kurang sejalan dengan kami,” jelasnya. (apr/yud)

Komentar

Rekomendasi