oleh

Sebanyak 53 P3A, GP3A, dan IP3A Terima Akta Notaris

radarlampung.co.id. –  Sebanyak 53 Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A), Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (GP3A), dan Induk Perkumpulan Petani Pemakai Air (IP3A) Lampung Tengah menerima penyerahan akta notaris Integrated Participatory Development Management of Irrigation Program (IPDMIP) di Bandiklat Kotagajah, Selasa (11/2). Tahun ini hanya merehabilitasi satu dari 11 daerah irigasi.

Kadis Pengairan Lamteng Hari Fadillah menyatakan  program IPDMIP ini dilaksanakan secara berkesinambungan dalam kurun waktu lima tahun anggaran. “Program ini dilaksanakan berkesinambungan dimulai pada 2017 dan akan berakhir pada 2022. Program pengembangan dan pengelolaan sistem irigasi ini dilaksanakan melalui kegiatan peningkatan sistem pengelolaan irigasi, penguatan kelembagaan P3A, serta merehabilitasi daerah irigasi yang diperuntukkan mengelola kurang lebih 30.000 hektare lahan,” katanya.

Kegiatan program IPDMIP yang sudah dilaksanakan 2017, kata Haris, penyediaan fasilitas komisi irigasi dan penyiapan revisi peraturan daerah tentang irigasi. “Kemudian pembentukan P3A, GP3A, dan IP3A serta pelatihan,” ujarnya.

Pada tahun anggaran 2018 ini, kata Haris, Pemkab Lamteng sudah menganggarkan Rp1,3 miliar untuk IPDMIP tapi realisasinya hanya 2%. “Ini karena juklak dan juknis yang dari pusat belum ada. Kegiatan yang kita lakukan sekarang ini sifatnya kegiatan koordinasi dengan para anggota kelompok. Kemudian baru kita melaksanakan beberapa kegiatan, yaitu penyediaan fasilitas kerja komisi irigasi, penyiapan revisi perda tentang irigasi, serta pembentukan P3A, GP3A, dan IP3A. Juga pelatihan-pelatihan,” ucapnya.

Baca :   Jika Loekman Dapat Rekom PDIP, Ikhsan Siap Mendampingi

Pada tahun anggaran 2020, kata Haris, akan merehabilitasi sebelas daerah irigasi. “Karena keterbatasan anggaran, tahun ini baru merehabilitasi satu daerah irigasi di Kecamatan Waypengubuan. Sepuluh daerah irigasi menjadi target akan dilaksanakan 2021,” ungkapnya.

Haris menyatakan yang akan menerima akta notaris sebanyak 53. “Akta notaris IPDMIP ada 53. Rinciannya 50 P3A, 2 GP3A, dan 1 IP3A. Sumber dana yang kita gunakan dalam kegiatan ini berasal dari ASEAN Infrastructure Fund. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu terbentuknya P3A, GP3A, dan IP3A. Terlebih lagi yang sudah berbadan hukum. Juga dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya dalam mengelola daerah irigasi dan tentunya dapat mengelola sumber dana yang baik melalui program-program IPDMIP, baik yang berasal dari dana pusat maupun daerah,” ungkapnya.

 

Sedangkan Bupati Lamteng Loekman Djoyosoemarto menyatakan pemerintah daerah menyambut baik kegiatan ini. “Penyerahan akta notaris ini harus disambut baik. Dengan adanya akta notaris organisasi menjadi legal dan mendapatkan kepastian hukum. Organisasi P3A, GP3A, dan IP3A sangat strategis, apalagi Lamteng 70 persen penduduknya mayoritas petani. Dengan diberikan akta notaris ini merupakan bentuk perhatian Pemkab Lamteng dan kepedulian untuk kemajuan petani,” katanya.

Baca :   MoU dengan Ratusan Media, Bupati Beri Arahan

Stabilitas nasional, kata Loekman, erat kaitannya dengan kecukupan dan ketersediaan pangan bagi seluruh masyarakat. “Kita terus menjamin ketersediaan pangan dengan meningkatkan produksi hasil pertanian terutama padi. Potensi sumber daya lahan pertanian di Lamteng cukup luas sekitar 82.369 hektare. Terdiri atas luas lahan sawah irigasi 57.637 hektare dan lahan kering untuk pertanian tanaman pangan 128.178  hektare. Sumber daya ini terus dikelola dengan baik,” ujarnya.

Loekman menyatakan tahun ini hanya bisa merehabilitasi satu daerah irigasi karena keterbatasan anggaran. “Tadi sudah dijelaskan kepala dinas, tahun ini kita hanya bisa merehabilitasi satu daerah irigasi dari 11 yang ada. Ini karena anggarannya terbatas. Saya imbau P3A, GP3A, dan IP3A untuk saling membantu mengisi kekosongan yang ada. Jika tak saling membantu, 10 irigasi yang ada akan mengalami kendala. Gotong-royonglah,” ungkapnya.

Dalam kegiatan ini juga dihadiri Kadis PUPR Rudiyanto, Kadis Bina Marga Ismail, Kadistan TPH Chrisna Rajasa, dan Kadisnakbun Taruna Bifi Koprawi. (sya/ang)

Komentar

Rekomendasi