oleh

Ubah Tangki Solo, Menjadi Alat Pemadam Kebakaran

radarlampung.co.id – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) membutuhkan penanganan ekstra juga peralatan yang memadai.

Pemadaman titik api yang ditimbulkan dari bencana alam karhutla harus ditangani dengan pemahaman yang merujuk pada standar operasional prosedur (SOP) dan juga kewaspadaan serta keselamatan diri.

Berdasarkan hal itu, Aiptu. Suharsono, Kanit Binmas Kepolisian Sektor (Polsek) Kotabumi Utara, Lampura, terinspirasi untuk merekayasa tangki penyemprot solo yang biasa digunakan masyarakat untuk menyemprot tanaman maupun rumput dan gulma pengganggu tanaman menjadi alat pemadam kebakaran.

“Saya terinspirasi untuk membuat alat pemadam kebakaran yang efektif, efisien, dan ekonomis, serta mudah untuk digunakan,” tutur Aiptu . Suharsono, Selasa, (11/2), di ruang kerjanya.

Pria kelahiran Magetan, Jawa Timur, 9 Juni 1975 ini, terinspirasi melakukan inovasi tangki penyemprot air solo bermula dari satu peristiwa bencana kebakaran yang lokasinya sulit dijangkau oleh kendaraan maupun tim pemadam.

Baca :   Kerugian Kebakaran Bengkel SMK Capai Ratusan Juta

“Ketika itu, kami mengalami kesulitan untuk menjangkau titik api sumber kebakaran yang terletak di lokasi yang sangat ekstrim dan tidak dapat dilalui kendaraan bermotor baik roda dua maupun roda empat,” urai kepala rumah tangga yang dikaruniai tiga orang anak ini.

Lebih lanjut dikatakannya, iapun mencoba melakukan inovasi untuk mengubah tangki penyemprot air yang bermuatan 10-15 liter untuk digunakan sebagai alat pemadam karhutla maupun kebakaran yang berada di lokasi sempit dengan kepadatan penduduk yang tinggi.

“Alat yang saya ubah ini mampu menyemburkan air dengan daya jangkau 8 hingga 10 meter dari pusat kebakaran,” terang suami dari Tri Widayati.

Anggota bermukim di RT 03, Dusun I, Desa Kalicinta, Kecamatan Kotabumi Utara, Lampura tersebut, juga rutin melakukan himbauan dan sosialisasi tentang bahaya kebakaran hutan dan pemukiman.
“Sehingga, anggota Polsek Kotabumi Utara, melalui Babinkamtibmas selalu melakukan sosialisasi dan himbuan bahaya kebakaran ” terangnya.

Baca :   Korslet, Bengkel SMK Yasmida Hangus

Dikatakannya, dengan adanya hal itu, inovasi tangki penyemprot solo yang diubah untuk dapat digunakan sebagai alat pemadam kebakaran, yakni pada bagian spuyer penyemprot airnya.

“Sebelum mengalami inovasi, semburan air dari tangki tersebut bersifat pengembunan dan dalam daya jangkau rendah. Saya hanya mengubah bagian spuyer penyemprotnya sehingga air yang menyembur lebih cepat dan memiliki daya jangkau 8-10 meter yang dibutuhkan untuk penanganan karhutla,” bebernya.

Prinsip penanganan bencana kebakaran, kata Suharsono, harus dilakukan secara bersama-sama, bergotong-royong, dan tetap meningkatkan kewaspadaan.

“Dengan alat ini, prinsip tersebut dapat dilaksanakan dengan asas kebersamaan dan kita juga dapat mengantisipasi bahaya yang ditimbulkan dari gerakan api yang tidak dapat diprediksi ancaman yang ditimbulkannya kepada diri kita saat mencari sumber titik api,” paparnya. (ozy/yud).

Komentar

Rekomendasi