oleh

Kuasa Hukum Candra Safari Sebut Kliennya Bukan Aktor Intelektual

RADARLAMPUNG.CO.ID – Seusai membacakan pledoi, Eko selaku kuasa hukum Candra Safari terdakwa suap fee proyek di Dinas PUPR Lampung Utara (Lampura) menyatakan bahwa, Candra bukanlah aktor dari semua kegiatan proyek di Lampura.

Menurut Eko, berdasarkan beberapa fakta persidangan selama ini, uang Rp400 juta yang didapati Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat operasi tangkap tangan (OTT), menurutnya sepenuhnya bukan merupakan milik kliennya.

“Kalau dari keterangan klien kami uang Rp50 juta dari Fria yang didapat dari rekanan lainnya, dan terdakwa tidak meminta pekerjaan tapi memang ditawari oleh Syahbudin (Kadis PUPR, red),” ujarnya di Pengadilan Negeri (PN) Kelas IA Tanjungkarang, Bandarlampung, Kamis (13/2).

Baca :   Hari Ini, KPK Limpahkan Berkas Empat Tersangka Suap Fee Proyek Lampura

Katanya lagi, kliennya tersebut setiap melakukan pekerjaan tidak pernah setengah-setengah. Malah, semua pekerjaan diselesaikan baik oleh Candra. “Memang keuangan di Lampura agak macet. Semua proyek-proyek belum dibayar,” tuturnya.

Ia menambahkan, semua pekerjaan yang dilakukan Candra seluruhnya Syahbudin yang mengatur. “Sekarang kan sudah jelas siapa aktor intelektualnya, Syahbudin ini memang memberikan janji komitmen setiap pekerjaan,” bebernya.

Menurutnya lagi, pekerjaan yang dikerjakan kliennya sebagai inisiatif Syahbudin sehingga menjadi kebiasan buruk dan berulang oleh Syahbudin dengan memanfaatkan kontraktor untuk mengambil hal yang bukan haknya.

Baca :   Berkas Dakwaan Agung Cs Resmi Dilimpahkan ke PN, Jaksa KPK akan Hadirkan Ratusan Saksi

“Pekerjaan yang dilakukan klien kami ini karena ada sistem dan peran yang salah, hal yang terjadi bukan karena terdakwa tapi kecurangan karena pengelola pemerintah,” tegasnya.

Untuk itu dirinya sebagai kuasa hukum Candra, memohon agar Majelis Hakim memutuskan ini secara bijak, memutuskan agar terdakwa bukan pelaku utama dengan memberikan hukuman ringan, memberikan pertimbangan bahwa terdakwa kooperatif yang tidak pernah mempersulit jalannya persidangan.

“Kemudian mempertimbangkan karena terdakwa tulang punggung satu istri dan dua anak kecil yang mana anak kecil membutuhkan sosok ayah,” pungkasnya. (ang/sur)

Komentar

Rekomendasi