oleh

Lambar Percepat Terwujudnya Geopark Suoh

radarlampung.co.id – Bappeda Lampung Barat berkoordinasi dengan Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral di Bandung, Jawa Barat, Jumat (14/2). Kegiatan ini merupakan upaya mempercepat terwujudnya kawasan Geopark Suoh,

Kepala Bappeda Lambar Okmal didampingi Kepala Bagian Sumber Daya Alam (SDA) Eric Enrico diterima langsung oleh Ir. Oki Oktariadi, M.Si., selaku penyelidik Bumi Utama dan anggota tim percepatan Geopark Indonesia Kementrian Paiwisata. Ia juga bakal hadir sebagai pembicara utama dalam musrenbang kabupaten, di Danau Asam Suoh pada16 Maret 2020.

”Sesuai arahan bapak Bupati Parosil Mabsus agar mempercepat Geopark Suoh, hari ini saya dan pak Eric berada di Bandung untuk berkoordinasi dengan Badan Geologi ESDM. Kita bertemu dan berdiskusi dengan pak Oki Oktariadi terkait Geopark Suoh. Beliau siap membantu mewujudkannya. Semoga langkah kita mewujudkan diberi kemudahkan,” kata Okmal.

Baca :   REVITALISASI SUMUR PUTRI

Menurut Okmal, ada beberapa poin penting yang dihasilkan dalam pertemuan dengan Badan Geologi ESDM.  Di antaranya, geopark sebagai perwujudan tiga komitmen Pemkab Lambar, kabupaten literasi, konservasi, dan tangguh bencana.

Kawasan Suoh-Ranau merupakan satu geosite yang menambah keunikan Geopark Lambar. ”Jadi, tinggal bagaimana kita mengemasnya menjadi geo education untuk wisata minat khusus. Selanjutnya, kita akan membentuk tim percepatan Geopark Lampung Barat. Secara proses, bisa memakan waktu hingga dua tahun untuk penetapannya,” urainya.

Baca :   Ngopi Wine, Bahas Pengembangan Wisata di Lambar

Okmal melanjutkan, Geopark juga sebagai bufferzone untuk Lambar yang rawan kebencanaan geologi. Di dalam geopark terdapat cagar alam geologi sebagai zona inti. Untuk itu, kawasan geopark juga harus memuat zona pemanfaatan guna mendukung kepentingan masyarakat. Kebermanfaatan utama geopark adalah pada keterlibatan masyarakat.

”Geopark dan cagar alam geologi tidak dibatasi secara luasan. Selama dalam satuan luasan terdapat suatu keunikan geologi (fosil, bentang alam, dan jenis batuan dan proses pembentukan), bisa diusulkan sebagai geopark,” tegas Okmal. (nop/ais)

Komentar

Rekomendasi