oleh

Musim Pancaroba, Waspadai 2 Jenis Penyakit ini dan Cara Menanganinya

radarlampung.co.id – Perubahan cuaca yang cepat di musim pancaroba, membuat virus dan bakteri cenderung lebih mudah untuk berkembangbiak yang mengakibatkan berbagai macam penyakit mudah menyerang ke tubuh seseorang. Penyakit batuk adalah salah satunya dan yang paling sering menyerang, mulai dari anak kecil hingga orang dewasa.

Pada dasarnya, batuk adalah upaya tubuh untuk mengeluarkan benda asing yang masuk ke dalam saluran napas atau adanya peradangan pada saluran napas atas yang bisa disebabkan oleh virus yang merangsang refleks saluran napas.

“Saat debu, polusi atau alergen (zat pemicu alergi) masuk ke dalam sistem pernapasan, otak akan mengirim sinyal ke otot-otot di dada dan perut. Ketika otot-otot tersebut berkontraksi, udara akan menyembur melalui sistem pernapasan untuk mendorong keluar benda asing tersebut. Inilah yang dinamakan batuk,” terang Medical Officer Bintang Toedjoe, Dr. Anggi.

Dr. Anggi menjelaskan bahwa ada 2 jenis batuk, yaitu batuk akut dan batuk kronis. 8 minggu. Sedangkan disebut kronis ketika sudah lebih dari 8 minggu.

“Batuk ini adalah salah satu “penyakit langganan” yang sering sekali muncul di musim pancaroba. Penyebab batuk, terutama batuk akut, adalah infeksi virus. Namun beberapa kondisi seperti menghirup asap, polusi udara, kondisi GERD atau pada rhinitis alergi bisa menyebabkan batuk akut juga,” jelasnya.

Penanganan untuk batuk akut dapat dilakukan dengan banyak minum air mineral dan istirahat yang cukup. “Selain itu, bisa dibantu dengan minum obat yang membantu mengurangi gejala-gejala sehingga batuk tidak mengganggu aktivitas sehari-hari maupun kualitas hidup harian,” imbuhnya.

Namun, lanjutnya, kandungan yang ada di dalam obat batuk harus diperhatikan dengan saksama. Kandungan yang biasanya harus ada di dalam obat batuk swamedikasi tergantung untuk batuk kering atau batuk berdahak. Kandungan yang ada di dalam obat untuk batuk kering biasanya mengandung antihistamin untuk mengurangi rasa gatal di tenggorokan dan penekan respon batuk.

Sedangkan untuk obat batuk berdahak, biasanya mengandung antihistamin yang digunakan untuk mengurangi rasa gatal pada tenggorokan, pengencer dahak yang membantu mengencerkan dahak. Selain obat yang banyak dijual di pasaran, batuk juga bisa diatasi dengan bahan alami yang diolah secara tradisional.

“Beberapa bahan alami yang dapat mengatasi gejala batuk antara lain lagundi, jahe merah, thymi, akar manis, peppermint dan madu. Bahan alam ini dapat membantu mengurangi gejala-gejala batuk,” terangnya.

Seperti yang dikatakan sebelumnya, batuk bisa menyerang siapa saja. Namun, ternyata cara menangani batuk pada orang dewasa dan anak-anak itu berbeda, lho. Dr. Anggi menganjurkan untuk memilih obat yang sesuai dengan umur.

“Pilih obat batuk dengan rasa yang cukup bisa diterima untuk menghindari anak muntah saat minum obat. Usahakan memilih obat batuk dalam bentuk sirup untuk mempermudah memberikan obat kepada anak. Dan tetap perhatikan aturan pakai pada kemasan,” anjurnya.

Komix, Sebagai salah satu merek obat batuk ternama di Indonesia menjadi jawaban untuk penyakit langganan banyak orang ini. Komix menyediakan beberapa pilihan obat batuk berdasarkan pada jenis batuk serta usia penderita. Komix memiliki Komix OBH yang ampuh meredakan batuk berdahak. Sedangkan Komix varian rasa jahe, peppermint, dan jeruk nipis ampuh redakan batuk kering pada orang dewasa. Komix juga memberikan pilihan obat batuk untuk anak.

“Komix Kid OBH Madu bisa meredakan batuk berdahak dan pilek pada anak. Di samping itu ada juga Komix Kid rasa Strawberry yang mampu redakan batuk kering pada anak,” ujarnya.

Nah, untuk kamu yang suka dengan bahan herbal, Komix juga menyediakan Komix Herbal. Obat batuk herbal ini hadir dengan bahan-bahan alami yang ampuh untuk redakan batuk berdahak. Jadi, kenali jenis batukmu dan pilih obat batuk Komix sesuai dengan gejala yang diderita. (rls/snd/ang)

Komentar

Rekomendasi