oleh

461 Pelajar Ikuti Seleksi Paskibraka 2020

radarlampung.co.id – Sebanyak 461 siswa dari 29 Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat di Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) antusias mengikuti Seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tahun 2020 yang akan bertugas pada Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT-RI) ke-75 tingkat kabupaten setempat, 17 Agustus mendatang. Dari seluruh peserta seleksi, hanya akan dipilih sebanyak 32 orang yang nantinya akan bertugas dalam pengibaran bendera merah putih di Kabupaten Tubaba.

“Dari 32 orang yang terpilih nanti, 6 orang akan kita kirim ke provinsi untuk mengikuti seleksi Paskibraka tingkat Provinsi Lampung. Jika melihat tahun-tahun sebelumnya, seleksi tingkat provinsi biasanya digelar bulan Mei, makanya kita seleksi lebih awal,”ungkap Ahmadzen, S.Sos, MH, Kabid Pemuda dan Olahraga pada Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Tubaba, di sela-sela kegiatan seleksi yang berlangsung di Lapangan Sepak Bola Tiyuh Marga Kencana, Kecamatan Tulang Bawang Udik, Senin (17/2) sore tadi.

Dalam seleksi Paskibraka yang akan berlangsung selama dua hari tersebut, seluruh peserta menghadapi tahapan seleksi yang sangat ketat, diantaranya harus memenuhi syarat Tinggi dan berat badan, Kesehatan, Psikotes (Tes Tertulis), dan yang tidak kalah pentingnya adalah harus menguasai Gerakan Peraturan Baris Berbaris(PBB).

Seleksi ini tidak segampang yang dibayangkan oleh para peserta, karena Tim Seleksi Paskibra ini melibatkan unsur TNI, Polri, Tim Kesehatan, serta anggota Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Tubaba. Merekalah yang menilai para peserta tersebut layak atau tidak untuk menjadi anggota Paskibraka.”Artinya seleksi dilakukan sangat ketat dan objektif, tidak ada yang namanya titipan atau sebagainya. Kalau layak dan memenuhi syarat ya bisa lolos, begitu juga sebaliknya,”tegasnya.

Setelah seleksi, tahapan selanjutnya yang akan dilakukan adalah dengan diberikannya Pendidikan dan Pelatihan (Karantina) terhadap para peserta yang dinyatakan lolos seleksi. Karantina tersebut rencananya akan dimulai pada awal bulan Agustus mendatang.”Dalam masa karantina, para anggota Paskibraka wajib mengikuti seluruh pelatihan dari para instruktur yang terdiri dari unsur TNI, Polri dan PPI. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, selama karantina mereka tidak diperkenankan meninggalkan pondok (mes) yang disediakan sebagai penginapan,”tegasnya.

Diberlakukannya hal tersebut, lanjutnya, adalah sebagai bentuk pelatihan kedisiplinan terhadap para anggota Paskibraka. Selain itu, agar mereka lebih fokus dalam berlatih sehingga saat bertugas mengibarkan bendera pada Upacara Peringatan HUT-RI nantinya dapat berjalan maksimal.”Kami akan berupaya maksimal, agar mereka benar-benar siap menjalankan tugasnya dan dapat memberikan yang terbaik dalam prosesi pengibaran bendera tersebut,”pungkasnya.

Sementara itu, Ketua PPI Tubaba Berto AN menjelaskan, ada beberapa kriteria yang wajib dipenuhi untuk lolos seleksi, antara lain lulus Tes Fisik, lalu Tes Kesehatan Jasmani dan Rohani yang meliputi kesehatan mata dan telinga (tidak memakai alat bantu dan tidak buta warna), tidak varises, kaki tidak berbentuk O atau X, tidak pernah mengalami patah tulang, dan tinggi badan minimal 170 untuk pria dan 165 untuk wanita.

Berdasarkan pantauan di lokasi seleksi, sejumlah anggota tim seleksi terlihat serius melaksanakan rangkaian seleksi, diantaranya adalah Serka Jumin dan Serka Sukariaman dari unsur TNI. Lalu ada Ipda. Nurwidiyanto dan, Aipda Sahrul Muslim dari unsur Polri. Kemudian 6 orang anggota PPI, yakni Berto AN, Candra Usman, Siska Maria Susanti, Dedi Prasetio, Dimas Sanjaya, dan Awang Natabumi. Seleksi tersebut juga dibantu oleh Tenaga Medis dari Puskesmas Karta Raharja dan sejumlah anggota PMR. (fei/ang)

Komentar

Rekomendasi