oleh

Bambung Kuning Square Sepi Aktivitas

 

radarlampung.co.id – Bambung Kuning Square yang berdiri di tanah PT KAI (Persero) di Jalan Kotaraja No. 41 Tanjungkarang Pusat, Bandarlampung kini sepi bahkan tidak ada lagi aktivitas pedagang yang berdagang di kios-kios yang tersedia.

Direktur PT Istana Karya Mandiri pemilik bangunan Bambung Kuning Square, Herman Malano mengaku tidak adanya pedagang yang berjualan lantaran diduga sepi pembeli. “Itu (sepi, red) karena pedagangnya engga dagang aja. Sedangkan pedagang kaki lima disitu banyak, tapi kan dipindakan oleh PT KAI ke belakang,” katanya kepada Radar Lampung, Senin (17/2).

Dia bilang, tidak adanya aktivitas berdagang di lokasi dikarenakan para pedagang yang seharusnya masih ada waktu kontrak hingga akhir tahun ini justru memilih tak berdagang. Namun, pihaknya membebaskan para pedagang yang ingin membuka. “Tak ada larangan kalau mau berdagang, tapikan pedagannya nggak berdagang makanya mati jadinya,” ujarnya.

Baca :   TAK ADA PEMBELI

Menurutnya, sepinya pedagang, sudah berlangsung selama lima tahun sejak diresmikan sejak tahun 2012. “PT KAI juga tidak ada larangan untuk berdagang di sana. Saya saja, untuk anak yatim piatu yang beraktivitas di lantai dua kita gratiskan saja, karena kosong,” jelasnya.

Sepinya pembeli di lokasi pun disebabkan karena pedagang menjual terlalu mahal. Dirinya pun menyadari kemungkinan sepinya pedagang karena untungnya terlalu kecil dan tidak lakunya barang dagangan. “Kalau pedagang ramai ya pasti ramai lagi, apalagi kan mau puasa,” jelasnya.

Terkait, penutupan PT KAI dengan seng lantaran tengah dibangun pagar dan perbaikan lahan parkir di depan gedung. “Selama ini kan, parkirnya mubazir, tanpa pengelolaan. Nah, sekarang sudah dikelola oleh PT KAI, sudah bagus,” ujarnya.

Terlepas dari itu, persoalan lainnya yakni dirinya tengah melakukan perundingan terkait sewa tanah dibawah bangunan miliknya itu. “Nah, kalau dulu kita sewa semua tanahnya, samapaikan lahan parkiran. Kedepan ini kita hanya sewa tanah diatas bangunan kita saja,” ungkapnya.

Baca :   Ikuti Instruksi Polri dan Pemerintah, Atau tak Bisa Berdagang!

Untuk menindak lanjuti sepinya para pedagang, dia berjanji akan melakukan trobosan baru dalam pengelolaan manajemen. “Ini masih saya rancang, rencananya saya mau buka minimarket dulu di sana. Selain itu, saya juga sudah buat mes (penginapan, red) di lantai bawah, tinggal buka saja,” urainya.

Berdasarkan pantauan Radar Lampung, Bambung Kuning Square, telah ditinggalkan para pedagang, tampak ada satu pedagang makan di pojok kanan bangunan dan kantor notaris yang masih buka, selebihnya seluruh ruko tutup rapat.

Pedagang makanan di pojok kanan bangunan, Ibu Nurdin menyebutkan bahwa dirinya telah berjualan selama tiga tahu. Menurut pengamatannya, ramainya pedagang hanya bertahan dua tahun awal. Sepinya pedagang lantaran sepinya pembeli yang datang. (apr/yud)

Komentar

Rekomendasi