oleh

Diperkosa hingga Hamil Enam Bulan, Ketahuan Perut Membesar

radarlampung.co.id – Kasus pemerkosaan terjadi di Lampung Tengah. Mirisnya, korban KS (19), warga Kampung Restubuana, Kecamatan Rumbia, hingga hamil enam bulan.

Kapolsek Rumbia AKP Heru Prasongko mewakili Kapolres Lamteng AKBP I Made Rasma menyatakan pihaknya mendapat laporan dari orang tua korban bahwa anaknya hamil enam bulan karena diperkosa. “Laporan ini kita tindak lanjuti dengan meminta keterangan saksi dan mengumpulkan bukti-bukti. Dengan bukti yang cukup, kita menangkap tersangka Made Muji (53), warga Kampung Restubuana, di rumahnya, Sabtu (15/2) sekitar pukul 14.00 WIB,” katanya.

Heru menyatakan kehamilan korban diketahui oleh orang tuanya. “Ibunya melihat perut korban membesar. Lalu anaknya diminta periksa ke dokter. Setelah diperiksa hasilnya hamil enam bulan,” ujarnya.

Baca :   Ribuan APD Bantuan dari BNPB Pusat dan Kemenkes RI Tiba di Lampung

Ibu korban yang kaget, kata Heru, menanyakan hal ini kepada anaknya. “Ibunya bertanya siapa yang menghamili. Dari keterangan korban dihamili tersangka Made Muji. Peristiwa pemerkosaan terjadi pada Mei 2018 sekitar pukul 13.00 WIB di ladang karet Kampung Restubuana. Korban diancam dibunuh jika tak mau diajak berhubungan badan. Kemudian pada bulan sama Mei 2018 sekitar pukul 14.00 WIB, korban bertemu dengan tersangka lagi dan diajak berhubungan intim kembali. Korban pun diancam dibunuh jika tak mau,” ceritanya.

Baca :   Lagi Cari Rumput, Petani Ini Kaget Temukan Janin Bayi

Tidak sampai di sini. Menurut Heru, tersangka kembali menyetubuhi korban. “Pada Agustus 2019 sekitar pukul 15.00 WIB, korban bertemu lagi dengan tersangka di ladang karet. Korban berusaha lari, tapi ditarik tersangka hingga disetubuhi lagi. Korban tidak berani cerita karena takut diancam dibunuh tersangka hingga diketahui hamil enam bulan,” ungkapnya.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatanya, kata Heru, tersangka dijerat dengan Pasal 81 UU No. 35/2014 tentang Perubahan atas UU No. 23/2002 tentang Perlindungan Anak. “Tersangka diancam maksimal 15 tahun penjara,” tegasnya. (sya/ang)

 

Komentar

Rekomendasi