oleh

(Video) Terkuak, Begini Konstruksi Flyover-Underpass Jl. Urip Sumoharjo

RADARLAMPUNG.CO.ID – Mendekati pengerjaan flyover-underpass Jl. Urip Sumoharjo-Jl. Kimaja, Komisi III DPRD Bandarlampung memanggil Dinas PU untuk menjelaskan terkait kontruksi mega proyek tersebut.

Dalam hearing yang digelar di ruang rapat utama DPRD Bandarlampung, hari ini (17/2), Dinas PU sengaja menghadirkan konsultan perencanaan proyek tersebut untuk memaparkan terkait kontruksi bangunan yang memakan APBD 2020 sekitar Rp49 miliar di luar pembebasan lahan tersebut.

Bila tak ada aral melintang, pembangunan flyover-underpass tersebut bakal dikerjakan mulai April. Sehingga, diharapkan proyek ini dapat selesai kurun waktu sembilan bulan.

Eufrat A., sosok yang ditunjuk sebagai Konsultan Perencanaan optimis pembangunan flyover-underpass dapat menjadi solusi kemacetan yang selama ini kerap terjadi.

Dijelaskan Eufrat, nantinya untuk flyover akan dibangun sepanjang 353 meter, dengan lebar 10 meter. Flyover nantinya difungsikan untuk akses Jl. Urip Sumoharjo menuju Jl. Kimaja dan sebaliknya. Sementara, underpass difungsikan untuk akses Jl. Urip Sumoharjo menuju Jl. Urip Sumoharjo guna menghindari perlintasan rel kereta api.

Baca :   Legislator PKS Santuni Korban Banjir

“Flyover nantinya dibangun naik sebelum rel dan turun setelah jembatan sungai yang saat ini sudah ada. Lalu terkait pembangunan underpass dilakukan sebidang dengan lebar flyover. Sehingga lebar underpass sama dengan lebar flyover, dengan panjang 200 meter,” jelas Eufrat.

Mengenai pembangunan underpass, Eufrat menyatakan pihaknya sudah berkomunikasi dengan pihak PT KAI. Dan, PT KAI telah memberikan izin dengan beberapa rekomendasi. “Dirjen keteta api pun menerima dan berterimakasih karena kita bangun underpas dan flyover. Sebenarnya mereka sudah membuat ded, makanya mereka berterimakasih,” ucapnya.

Baca :   Legislator PKS Santuni Korban Banjir

Eufrat lantas menjelaskan rekomendasi yang disampaikan PT KAI. Pertama, underpass diharuskan dibangun dengan struktur standar PT KAI. Yakni minimal bisa menahan beban seberat 100 ton. Standar ini tidak lain lantaran underpass tersebut masih akan dilintasi kereta Babaranjang pasca selesai dibangun.

“Informasi yang mereka sampaikan, kereta Babaranjang baru akan dialihkan dari perkotaan pada 2024. Jadi kami harus memenuhi standar itu,” sebut Eufrat.

Syarat lainnya, perlintasan sebidang dengan rel di area tersebut wajib benar-benar ditutup. “Terkait aksesbilitas mereka menginginkan dengan dikeluarkannya izin maka lalulintas jalan yang melintas rel wajib ditutup, karena menyangkut faktor keamanan,” kata dia.

Komentar

Rekomendasi