oleh

Dua Debt Collector Dijerat Pasal Berlapis

Edi mengimbau masyarakat yang berhadapan dengan debt collector untuk mempertahankan kendaraan. “Lebih bagus ke kantor polisi terdekat. Titipkan kendaraan tersebut untuk diamankan sementara. Kalaupun ada silang sengketa dengan perusahaan pembiayaan, nanti akan kita rumuskan atau dimediasi,” pungkasnya.

Sementara kedua tersangka mengaku menarik dan menjual motor milik warga Airnaningan. “Kami bertiga. Modalnya print out pembayaran dan surat tugas dari leasing. Kami debt collector eksternal,” kata Hendrianto.

Namun saat diminta menyebutkan isi surat tugas yang diberikan pihak leasing, ia mengaku lupa. Alasannya hanya membaca nama dan motor konsumen yang hendak ditarik.

“Untuk surat tugasnya cuma lihat saja. Tapi saya lupa isinya,” ujarnya sambil menggelengkan kepala.

Menurut Hendrianto, dalam waktu sebulan, ia dan dua rekannya telah menarik tiga motor di Tanggamus. Mereka dibayar Rp1 juta untuk satu kendaraan. Namun ia mengaku hanya menjual satu motor.

“Selama bulan ini, baru narik tiga (motor). Bayaran masing-masing motor Rp1 juta. Untuk jual motor tarikan baru kali ini, seharga Rp2 juta. Uangnya dibagi tiga,” pungkasnya. (ral/ehl/ais)

Komentar

Rekomendasi