oleh

Hotel Bukit Randu Membahayakan, Manajemen Pasrah

radarlampung.co.id – Manajemen Hotel Bukit Randu terlihat pasrah dengan tuntutan warga RT 07, Lk. I, Kelurahan Kebon Jeruk, yang mengeluhkan terjadinya banjir dan longsor di daerah sekitar.

Akhirnya, manajemen bukit randu mengumbar janji kepada warga untuk memperbaiki infrastruktur. Meskipun hingga saat ini, janji tersebut belum juga direalisasikan.

Manager Operasional Bukit Randu, Raban terlihat pasrah akan memenuhi tuntutan warga sekitar. “Semua tuntutan kita sepakati,” singkat Raban, Selasa (18/2).

Raban juga membenarkan hingga saat ini belum merealisasikan tuntutan warga. Sebab, dirinya akan mengecek terlebih dahulu dimana saja infrastruktur yang akan diperbaiki.

“Ya kami akan survei dulu lokasinya. Nanti setelah di survei, saya akan komunikasikan ke atasan. Mungkin dalam waktu dekat sudah ada hasilnya,” pungkasnya.

Adapun tuntutan warga sekitar, diantaranya pembuatan talut dinding pagar sepanjang Bukit Randu sebelah Timur dilaksanakan dengan melibatkan warga sekitar.

Pihak hotel melakukan perapihan saluran pembuangan air sebelah Timur dan tidak ada peresapan, dilakukan kontrol dan langsung dikerjakan perbaikan, pengiriman petugas untuk cek bersama warga, memperbaiki pagar-pagar yang rusak.

Kemudian, penanaman pohon bambu, pembuatan informasi pelarangan pembuangan sampah di pagar sebelah Timur, masyarakat memberi waktu selama tujuh hari kepada pihak hotel untuk menyampaikan informasi realisasi tuntutan, dan memberikan kompensasi kepada warga yang terdampak langsung.

Menurut Syaiful, warga RT 07 Lk. I, longsor terjadi ketika hujan terus mengguyur wilayah kelurahan Kebon Jeruk. Kemudian, pondasi pagar bagian Timur Hotel Bukit Randu mengalami amblas.

Tanah longsor terjadi diperkirakan terjadi di atas 300 meter di atas pemukiman warga.

“Malam itu saya sedang duduk, kebetulan rumah saya jaraknya dekat. Tiba-tiba longsor, seperti gempa. Saya keluar diselimuti rasa takut, sampai saya azan sebanyak 2 kali,” ungkap Saiful ditemui di rumahnya, Jumat (14/2).

Ketua RT 07 Lk. I Masud membenarkan kejadian itu. Mendengar adanya longsor itu, dirinya langsung mengungsikan anggota keluarganya bersama warga. Dirinya telah mengimbau warga lainnya waspada ketika hujan kembali turun.

Rasa was-was itu, dikarenakan, pondasi Hotel Bukit Randu setelah dikroscek secara langsung rupanya banyak yang menggantung, akibat pondasi pagar tergerus, bahkan ada sebuah batu besar yang juga ikut menggantung.

“Takutnya batu itu gelinding seperti main bowling dan menghantam rumah warga. Sementara kami disini was-was, tadi malam engga bisa tidur, takut hujan susulan, lumpur dan tanah semua turun kebawah, makanya saya pindahkan keluarga saya, takutnya nanti malam atau besok hujan deras, dan longsor terjadi kembali,” ucapnya.

Dirinya pun mengungkapkan, longsor yang terjadi bukanlah kali pertama, melainkan termasuk yang ketiga kalinya di lokasi yang hampir sama di bagian Timur Hotel Bukit Randu.

“Waktu tiga tahun yang lalu, ada sebuah rumah yang baru tiga bulan dibangun sampai jebol teterjang batu dari longsor. Setelah kita mediasi rumah itu diperbaiki dan pihak Bukit Randu memberikan kompensasi. Namun ada sebagian kompensasi tidak dijalankan manajemrn Bukit Randu yakni pembangunan talut,” jelasnya.

Mengawal kejadian itu, Lurah Kebon Jeruk Rismeliyar pun turun tangan. Kejadian tersebut telah disampaikan ke camat setempat dan telah menyampaikan kejadian ke manajemen Hotel Bukit Randu.  (apr/yud)

Komentar

Rekomendasi