oleh

Itera Bahas Teknologi Energi Terbarukan pada Tenaga Mikro Hidro

radarlampung.co.id – Institut Teknologi Sumatera (Itera) bekali mahasiswanya terkait Teknologi energi terbarukan pada tenaga mikro hidro(PLTA mini) dengan menghadirkan ahli mikro hidro yakni Wakil Direktur Pengembangan Produk dari perusahaan Nakayama Iron Works di Jepang, Dr. Watanabe Yoshinobu.

Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Ing. Mitra Djamal menyampaikan, saat ini, bangsa Indonesia, tengah mencari sumber energi alternatif yang ramah lingkungan. Untuk itu, sebagai perguruan tinggi, Itera mencoba untuk mengkaji hal tersebut dengan menggandeng pakar dari Jepang untuk mengupas salah satu sumber energi terbarukan, yakni mikro hidro.

Direktur Itera International Office, Acep Purqon, Ph.D., menyebut energi menjadi isu penting untuk bangsa Indonesia dengan jumlah penduduknya besar yang secara langsung membutuhkan konsumsi energi yang banyak.

“Sehingga ada berbagai pilihan energi terbarukan, namun mengingat Indonesia memiliki banyak sumber energi air seperti sungai, maka mikro hidro adalah salah satu yang solutif atas permasalahan seperti sumber energi di Sumatera,” ujarnya, Rabu (19/2).

Sementara, Dr. Watanabe Yoshinobu memaparkan, pada dasarnya mkro hidro menggunakan sistem mirip seperti kincir air, namun dibanding dengan kincir, mikro hidro dapat menghasilkan 2.000 kali tenaga yang lebih besar.

“Mikro hidro jauh lebih efisien, dengan sedikit air yang masuk energi yang dihasilkan dapat lebih banyak. Perbandingannya, satu mikro hidro dapat meng-cover kebutuhan seribu kepala keluarga,”jelasnya.

Ia menambahkan, di Sumatra sendiri bisa dipasangkan mikro hidro di sungai-sungai yang ada dan terkoneksi membentuk Smart Grid. Sumber listrik tersebut, dapat dibagi tidak hanya di daerah penempatan alat tersebut tetapi ke tempat-tempat terutama di desa-desa yang belum tersentuh listrik. (rur/rls/ang)

Komentar

Rekomendasi