oleh

Jalan Penghubung Tubaba-Way Kanan Putus Akibat Banjir

radarlampung.co.id – Ruas jalan poros Panaragan-Tajab yang menghubungkan Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) dengan Kabupaten Way Kanan terputus akibat diterjang banjir. Hal ini menyusul tingginya intensitas dan curah hujan akhir-akhir ini sehingga membuat sungai Way Kiri meluap. Dampaknya, aktivitas warga menjadi terhambat, sebab luapan sungai hingga menggenangi badan jalan telah memutus akses transportasi di ruas jalan tersebut.

Kondisi ini sudah menjadi langganan tiap tahun, bahkan Pemprov Lampung melalui instansi terkaitnya sudah melakukan upaya. Salah satunya adalah melakukan pengerasan badan jalan berupa rigid beton pada tahun 2019 lalu. Namun, solusi penanggulangan banjir tersebut belum juga bisa dituntaskan, dan wajar saja mengingat rigid beton sepanjang kurang lebih 500 meter tersebut belum menyentuh titik banjir di ruas jalan tersebut.

Edison (48), warga sekitar sekaligus salah satu pengguna jalan mengatakan, banjir di ruas jalan itu diperkirakan terjadi sejak Rabu (19/2/2020) dini hari.”Kalau kemarin belum banjir. Nah pagi tadi saya juga kaget kok sudah banjir. Ketinggian air sudah selutut orang dewasa, arusnya juga cukup deras. Tadinya saya bermaksud mau melihat areal perkebunan di seberang, terpaksa ditunda karena saya takut terpeleset kalau nekat,”ungkap warga Panaragan ini saat berbincang-bincang Rabu (19/2/2020).

Hal senada juga diungkapkan oleh Edi (37). Dia menyebutkan, ruas jalan itu memang jadi langganan banjir setiap tahun, khususnya saat musim hujan tiba. Menurutnya, beberapa titik badan jalan di ruas tersebut masih cukup rendah, sehingga ketika sungai meluap jadi sasaran genangan air.”Mungkin salah satu solusi adalah dengan penimbunan agar badan jalan menjadi lebih tinggi. Selain itu, di beberapa titik harus dibangun box atau saluran air yang cukup besar agar lancar,”tandasnya.

Sementara itu, Kabid Bina Marga Dinas PUPR Tubaba Ir. Baharuddin saat dihubungi wartawan menjelaskan, penanganan ruas jalan tersebut sudah diajukan pada tahun 2019 dan terealisasi berupa rigid beton meski belum sampai pada titik banjir.”Dan tahun 2020 ini sudah kita usulkan kembali agar segera dilakukan perbaikan,”ungkapnya, Rabu (19/2/2020).

Dia pun berharap, pada tahun 2020 pembangunan rigid beton dapat dilanjutkan kembali sehingga banjir tahunan yang meredam akses jalan menuju Kecamatan Negeri Besar – Way Kanan itu bisa teratasi. “Kita berharap Pemprov Lampung segera membuat saluran air yang besar atau jembatan bok dan juga melakukan penimbunan pada titik banjir. Yang jelas, untuk pembangunan ruas jalan provinsi di Panaragan itu menjadi perhatian pemerintah daerah Tubaba, meski itu kewenangan pemerintah provinsi Lampung,”pungkasnya. (fei/rnn/ang)

Komentar

Rekomendasi