oleh

Petrokimia Gresik Panen Demplot Padi Komersial di Trimurjo

radarlampung.co.id – PT Gresik Cipta Sejahtera –Petrokimia Gresik Group– melakukan panen Demonstration Plot (Demplot) Padi komersial di atas lahan sawah 1/2 hektare di Desa Bedeng V, Kelurahan Trimurjo, Kecamatan Trimurjo, Lampung Tengah, Rabu (19/2). Panen padi yang menggunakan pola pemupukan berimbang nonsubsidi ini diikuti Bupati Lamteng Loekman Djoyosomarto.

Dalam sambutannya, Loekman menyatakan pembangunan pertanian tanaman pangan mempunyai peranan penting dalam rangka mewujudkan stabilitas nasional. “Pembangunan pertanian tanaman pangan ini harus dilanjutkan secara berkesinambungan. Stabilitas nasional erat kaitannya dengan kecukupan dan ketersediaan pangan bagi seluruh masyarakat. Pemerintah berupaya semaksimal mungkin menjamin ketersediaan pangan dengan jalan meningkatkan produksi hasil pertanian. Terutama produksi padi,” katanya.

Setiap tahun, kata Loekman, Lamteng memberikan kontribusi terhadap produksi beras Lampung mencapai 20 persen. “Namun ada beberapa kendala yang harus dihadapi dalam peningkatan produksi secara berkelanjutan. Ini dituangkan dalam empat pilar pembangunan pertanian tanaman pangan. Yakni peningkatan swasembada kedelai, padi, dan jagung secara berkelanjutan; peningkatan diversifikasi pangan; peningkatan nilai tambah, daya saing, dan ekspor; dan peningkatan kesejahteraan petani,” paparnya.

Peningkatan produksi padi, kata Loekman, jadi bagian penting dalam pembangunan secara menyeluruh. “Ini disebabkan ermintaan beras terus meningkat seiring dengan laju pertumbuhan penduduk, perubahan iklim akibat pemanasan global berdampak terganggunya produksi pangan. Kemudian pasar beras dunia jadi terbatas sehingga harus swasembada beras berkelanjutan dengan cadangan memadai. Lalu beras masih sebagai kontributor utama terhadap inflasi sehingga beras harus terkendali,” ungkapnya.

Baca :   Sekprov Kawal Pemakaman Pasien 02

Potensi sumber daya lahan sawah di Lamteng, kata Loekman, cukup luas dan strategis mencapai 78.234 hektare. “Luas lahan kering yang dapat digunakan untuk lahan pertanian tanaman pangan seluas 128.178 hektare. Jika sumber daya ini dikelola dengan baik lewat semangat gotong royong ditambah masukan teknologi budi daya sempurna, visi Lamteng menjadi lumbung pangan yang aman, maju, adil, sejahtera, dan berkelanjutan Insya Allah tercapai,” katanya.

Sektor pertanian, kata Loekman, tentunya tidak bisa bekerja sendiri. “Harus didukung semua instansi terkait, baik irigasi dan jaringannya; pemasaran; perbankan; serta sarana-prasarana lainnya. Harus juga didukung SDM yang andal. Kepada petani ikuti petunjuk yang diberikan penyuluh lapangan dan jalin komunikasi dengan semua pihak. Baik itu pemerintah dan perusahaan. Lahan pertanian semakin sempit, kuantitas produksi harus ditingkatkan supaya tidak impor beras terus,” tegasnya.

Direktur Utama Petrokimia Gresik Rahmad Pribadi menyatakan Deplot Padi di Lamteng ini juga penting untuk kedaulatan pangan Indonesia. “Perlu dilakukan Deplot Padi di Lamteng ini penting untuk kedaulatan pangan Indonesia. Insya Allah seperti yang disampaikan Bapak Bupati target 1 juta ton bisa tercapai. Artinya Lamteng bisa menyumbang pasokan beras nasional 3 persen,” katanya.

Baca :   Sekprov Kawal Pemakaman Pasien 02

Masalah kelangkaan pupuk, kata Rahmad, dirinya meminta jajarannya memastikan stok pupuk nonsubsidi di gudang-gudang Lamteng khususnya tersedia. “Apa yang disampaikan Pak Bupati soal tidak tersedianya pupuk, saya minta seluruh rekan-rekan memastikan stok pupuk nonsubsidi tersedia di gudang-gudang. Terutama di Lamteng ini. Begitu juga target Pak Bupati 1 hektare bisa mencapai satu ton gabah dari biasanya 6-7 ton per hektare, Insya Allah bisa tercapai. Kami akan ikut membantu petani meningkatkan produksi hasil pertanian,” ungkapnya.

Direksi PT Gresik Cipta Sejahtera Awang Djohan Bachtiar menambahkan, tanaman padi yang dipanen ini komersial dengan pupuk nonsubsidi. “Deplot Padi ini komersial dengan pupuk nonsubsidi. Kita bekerja sama dengan Kelompok Tani Usaha Bakti dan melibatakan siswa SMKN 2 Metro. Kita tempatkan di sini bukan tanpa alasan, karena Lamteng salah satu lumbung pangan nasional. Biasanya dalam satu hektare menghasilkan 6-7 ton gabah, mudah-mudahan bisa menghasilkan 10 ton gabah per hektare. Dengan budi daya yang benar, mudah-mudahan hasilnya bisa meningkat. Deplot Padi setiap tahun selalu dilakukan di tempat distribusi pupuk,” paparnya. (sya/ang)

Komentar

Rekomendasi