oleh

Sekprov Bakal Naikkan Kelas Bank Lampung


radarlampung.co.id – Sekprov Lampung yang akan masuk sebagai perwakilan pemodal kedalam jajaran salah satu komisaris Bank Lampung, dinilai banyak menguntungkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Sekprov Lampung Fahrizal Darminto mengatakan, Bank Lampung yang memiliki misi agent of development (agen pembangunan), selain sebagai BUMD, harus ada profit dan sustainability, sehingga bisa menjadi bank yang handal dan bisa menjadi agent of development.

“Jadi, Bank Lampung ini bisa berperan dalam program utama Pak Gubernur yaitu Program Kartu Pertani Berjaya, hingga memberikan kredit mikro dan pedesaan sesuai misi RPJMD Pak gubernur yang harus di support oleh bank daerah,” ungkap Fahrizal, Jumat (21/2).

Menurutnya, kondisi permodalan Bank Lampung yang masih kurang, pihaknya meminta kepada pemodal unutk mendukung pemodalan Bank Lampung. “Karena selama ini pemodal tidak intensif menambah modalnya. Akibatnya tidak intensif ini maka banknya hanya menjadi kecil terus. Seharusnya kan banknya jadi bank besar, kalau bank kecil kan statusnya buku 1 dengan modal kurang Rp1 triliun,” ujarnya.

Maka itu, Bank Lampung harus naik kelas. Hal ini dimaksudkan agar Bank Daerah iti bisa mengekspansi usahanya, misalnya bisa buka membuka cabang, hingga menerbitkan debit kredit.

Baca :   Selamat! Nasabah KCP Sudirman Raih Grandprize Rp100 Juta

“Tapi, harus masuk buku II dulu. bank itu juga perlu bisa membuat kartu debit, agar bank itu bisa mendapatkan biaya yang murah dengan bisa menyalurkan kredit dengan bunga yang rendah. saat ini bank lampung bunga tinggi karena cost of fund tinggi,” tambahnya.

Sementara Bank Lampung mencatat sejumlah pertumbuhan positif pada tahun 2019. Hal tersebut diungkapkan dalam konfrensi pers terkait Kinerja Bank Lampung Tahun Buku 2019, di Ruang Serbaguna lantai empat Kantor Pusat PT Bank Lampung. Direktur Utama Bank Lampung, Eria Desomsoni dalam paparannya menyebutkan, catatan positif Bank lampung tersebut dapat dilihat dari raihan laba bersih sebesar Rp149.779.984.571, atau tumbuh 12 persen Year on Year (y-0-y).

Adapun total asset yang dapat dibukukan di tahun tersebut menjadi sebesar Rp7.972.989.597.860, laba ini tumbuh sebesar 8,50 persen y-o-y atau yang semula sebesar Rp7.348.167.382.969. Selain itu, Dana Pihak ketiga (DPK) berhasil dihimpun sebesar Rp5.765.034.042.083 tumbuh 24,49 persen yoy Jumlah ini didorong pertumbuhan Dana Murah, sehingga CASA Rasio naik 0,52 persen menjadi 59,26 persen.

Dalam kesempatan tersebut juga turut dipaparkan Net Interest Income berhasil tumbuh menjadi 5,21 persen y-o-y dan Fee Based Income berhasil tumbuh sebesar 200,78 persen y-o-y. Sebagai Lembaga perbankan yang menjalankan intermediasi, Bank Lampung juga berhasil mencatat pertumbuhan kredit yang cukup baik, yakni mencapai Rp5.173.880.618 atau berhasil tumbuh sebesar 13,51 Persen  y-o-y.

Baca :   Selamat! Nasabah KCP Sudirman Raih Grandprize Rp100 Juta

Adapun kualitas kredit juga berhasil dijaga dengan baik dengan rasio NPL 0,89 persen lebih baik di banding rasio NPL industri  perbankan yang sebesar 2,7 persen. Sementara itu, sebagai bank Buku I, modal inti Bank Lampung saat ini mencapai Rp697 miliyar, dengan begitu Bank Lampung masih membutuhkan sekitar Rp300 miliyar untuk bisa masuk ke dalam Buku II.

Terkait ini, Eria mengaku, pihkanya telah menyiapkan rencana bisnis Bank Lampung di tahun 2020. Hal ini dilakukan untuk menambah modal yang dibutuhkan untuk menjadi buku II, yakni sebesar Rp1 triliun.

“Kita punya rancangan, pertama beberapa pemegang saham mulai dari provinsi dan beberapa kabupatan/kota sudah mempersiapkan diri melalui Perda untuk setor modal sekitar Rp54 miliyar. Sukur-sukur mungkin bisa menambahkan dari koperasi juga,“ katanya. (rma/yud)

Komentar

Rekomendasi