oleh

Akhir Februari, Gerbang Tol Lampung Terapkan Metode Dua Kartu

Kurangi Penumpukan Kendaraan di GT Dampak Isi Saldo

 

RADARLAMPUNG.CO.ID – Kondisi antrean kendaraan di gerbang tol (GT) Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) didominasi banyaknya kendaraan yang belum melakukan isi saldo kartu tol (E-toll) saat memasuki ruas tol. PT Hutama Karya (HK) selaku pengelola di akhir Februari ini bakal menerapkan sistem dua kartu.

Kepala Cabang PT HK Cabang Bakauheni-Terbanggibesar (Bakter) Hanung Hanindito menjelaskan, saat ini uji coba dua kartu telah dilakukan di GT Kotabaru, Bandarlampung. Dengan harapan penerapan dua kartu dapat menghindari menumpuknya kendaraan di depan GT karena belum melakukan isi ulang saldo e-toll.

Nantinya, kata dia, tidak ada lagi pengisian saldo e-toll di GT. “Khusus gerbang Kotabaru memang sebenarnya sudah tidak bisa tunai, karena sudah dengan sistem yang bisa dua kartu. Kalau di gerbang tol selain Kotabaru masih bisa tunai saat ini,” beber Hanung, Minggu (23/2).

Hanung melanjutkan, penerapan dua kartu sendiri dilakukan jika kartu pertama atau kartu yang sudah dilakukan tapping pertama masuk pintu tol kurang saldo, maka bisa pakai kartu kedua yang memiliki saldo untuk pembayaran. “Dengan model pinjam kartu kendaraan belakang atau beli kartu baru,” tambah Hanung.

Nantinya HK menyiapkan penjualan kartu baru dengan minimal pembelian Rp100 ribu, dan adapula yang disediakan sesuai kebutuhan jarak tempuh kendaraan.

“Kedepan kami tidak menyediakan top up di gerbang tol lagi. Maka kami mengganti dengan penjualan kartu tol. Dengan minimal Rp100 ribu, yang berupa Rp20 ribu untuk kartunya dan ditambah saldo Rp80 ribu. Tapi untuk gerbang tertentu kita sediakan isi saldo Rp180 ribu, Rp280 ribu, dan Rp 380 ribu, tergantung tarif,” tambahnya.

Sistem dua kartu ini, masih kata Hanung, digunakan untuk menghilangkan pengisian tunai di gerbang tol. Karena selama ini top up di gerbang dan pembayaran tunai membuat antrian panjang di gerbang tol.

Harapannya, pengendara bisa lebih sadar dan mau mengisi saldo sebelum masuk tol. “Diharapkan dengan sanksi beli kartu baru jika saldo e-toll tidak cukup menyadarkan pengguna jalan untuk memastikan saldo cukup saat hendak masuk jalan jalan tol,” lanjutnya.

Untuk penerapan metode dua kartu ini, tambah Hanung, pihaknya berencana mulai dilakukan akhir bulan untuk semua gerbang tol, dari Bakauheni hingga Terbanggibesar, bagi pengendara yang tidak memiliki saldo cukup saat memasuki jalan tol.

“Akhir bulan ini akan kami rubah semua menjadi sistem dua kartu untuk semua gerbang tol. Dengan sanksi buat yang saldo kurang wajib beli kartu yang bersaldo,” tandasnya. (rma/sur)

Komentar

Rekomendasi