oleh

Cuaca Ekstrem, Nelayan Melaut Bertaruh Nyawa

radarlampung.co.idCuaca ekstrem menyebabkan nelayan di pesisir Lampung tidak bisa leluasa mencari ikan. Jika memaksakan diri, mereka harus berhadapan dengan ombak besar yang tingginya bisa mencapai tiga meter.

Menurut Rudi (43), salah seorang nelayan di Telukbetung Selatan, saat melaut, ia dan rekannya harus berhadapan dengan ombak besar.

“Ombaknya tinggi. Angin kencang sekali. Saya kira badai. Bisa sampai tiga  meter ombaknya,” kata Rudi ditemui di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Gudang Lelang, Bandarlampung, Senin (24/2) siang.

Rudi baru saja pulang melaut setelah satu pekan mencari ikan di perairan Labuhanmaringgai, Lampung Timur. Ia terpaksa pindah lokasi karena cuaca buruk. Sebelumnya, nelayan ini mencari ikan di perairan Lampung Selatan.

“Kapal kami sampai dimasuki air laut. Ujung kapal tenggelam, Jadi pindah ke Labuhanmaringgai,” ujarnya.

Berubahnya lokasi tangkapan menyebabkan hasil yang didapat menurun. Ketika cuaca normal, dalam satu minggu, kapal yang dipakai nelayan bisa mendapatkan sekitar tujuh ton ikan.

“Kalau cuaca kayak gini, tangkapannya jadi sedang-sedang aja. Tapi ya menurun dari kayak biasanya,” kata lelaki yang sedang membongkar hasil tangkapan tersebut.

Pada bagian lain, nelayan perahu payang benar-benar tidak bisa melaut. Seperti disampaikan Endang Susianti. Wanita 34 tahun ini mengaku suaminya tidak bisa mencari ikan.

“Kami sudah seminggu nggak melaut. Anginnya kencang di tengah,” kata Endang.

Satu minggu lalu, terus ibu tiga anak ini, suaminya masih bisa melaut. Namun angin yang mulai kencang membuat tangkapan ikan menurun.

Jika cuaca normal, dalam satu hari nelayan perahu payang bisa mendapatkan ikan mencapai 200 kilogram dengan kisaran harga sebesar Rp250 ribu.

“Kemarin-kemarin, sehari cuma dapat Rp30 ribu. Nggak sampai setengah kayak biasanya. Pergi pagi pulang siang. Nggak bisa lagi sampai malam. Ngeri di tengah laut, kapal bisa kebalik,” ucapnya. (gar/ais)

 

Komentar

Rekomendasi