oleh

GT Kota Baru Tak Melayani Bayar Tunai

radarlampung.co.id – Hari pertama penerapan dua kartu pada Gerbang Tol (GT) Kota Baru masih ditemukan banyak pengendara yang masih melakukan top up di GT.

Kepala Cabang PT Hutama Karya (HK) Ruas Bakauheni-Terbanggibesar Hanung Hanindito mengungkapkan dihari pertama ini, pihaknya masih memperbolehkan top up. Namun tidak melayani pembayaran tunai. “Semua kendaraan yang kurang saldo kami arahkan untuk membeli beli kartu. Tapi saat kami masih perbolehkan top up juga. Hanya tidak melayani pembayaran tunai untuk tol,” beber Hanung Senin (24/2).

Dia menambahkan, ada sekitar 25% kendaraan yang masih kekurangan saldo saat melalui gerbang tol. Hanung melanjutkan, dengan diberlakukannya dua kartu di GT Kotabaru maka seluruh GT mulai Bakauheni Selatan hingga Terbanggibesar akan mulai diuji coba akhir minggu ini.

Penetapan dua kartu ini, lanjut Hanung sebenarnya tidak hanya guna mengurangi antrian kendaraan di GT karena adanya isi saldo. Namun lebih pada menyadarkan pengguna untuk memastikan saldo kendaraan yang cukup sebelum masuk jalan tol.

“Jadi sebenarnya sistem dua kartu bukan untuk mengurangi kemacetan di gerbang, tapi untuk menyadarkan pengguna jalan untuk mengisi saldo e-tollnya sebelum masuk tol. Apabila smua pengguna jalan sudah sadar utk memastikan saldo cukup, maka tidak ada antrian di gerbang. Antrian di gerbang karena masih tingginya pengguna jalan dengan saldo kurang, sehingga melakukan top up atau pembayaran tunai,” tambahnya.

Sebelumnya dijelaskan, penerapan dua kartu ini dimaksudkan agar tidak ada lagi pengisian saldo e-toll di GT. “Khusus gerbang Kotabaru memang sebenarnya sudah tidak bisa tunai, karena sudah dengan sistem yang bisa dua kartu. Kalau di gerbang tol selain Kotabaru masih bisa tunai saat ini,” beber Hanung.

Hanung melanjutkan, penerapan dua kartu sendiri dilakukan jika kartu pertama atau kartu yang sudah dilakukan tapping pertama masuk pintu tol kurang saldo, maka bisa pakai kartu kedua yangg memiliki saldo untuk pembayaran. “Dengan model pinjam kartu kendaraan belakang atau beli kartu baru,” tambah Hanung.

Nantinya HK menyiapkan penjualan kartu baru dengan minimal pembelian Rp100 ribu, dan adapula yang disediakan sesuai kebutuhan jarak tempuh kendaraan. “Kedepan kami tidak menyediakan top up di gerbang tol lagi. Maka kami mengganti dengan penjualan kartu tol. Dengan minimal Rp100 ribu, yang berupa Rp20 ribu untuk kartu nya dan ditambah saldo Rp80 ribu. Tapi untuk gerbang tertentu kita sediakan isi saldo Rp180 ribu, Rp280 ribu dan Rp 380 ribu, tol Tergantung tarif,” tambahnya.

Sistem dua kartu ini, masih kata Hanung, di gunakan untuk menghilangkan pengisian tunai di Gerbang Tol. Karena selama ini top up di gerbang dan pembayaran tunai membuat antrian panjang di gerbang tol.

Harapannya, pengendara bisa lebih sadar dan mau mengisi saldo sebelum masuk tol. “Diharapkan dengan sanksi beli kartu baru jika saldo e-toll tidak cukup menyadarkan pengguna jalan untuk memastikan saldo cukup saat hendak masuk jalan jalan tol,” lanjutnya. (rma/yud)

Komentar

Rekomendasi