oleh

120 Penyandang Tunanetra Dapat Tongkat dan Sembako

radarlampung.co.id – Lions Club Bandung Sangkuriang melalui Lions Club Bandarlampung menyerahkan bantuan sebanyak 120 tongkat putih untuk penyandang tunanetra di kota Bandarlampung, Rabu (26/2).

Penyerahan bantuan tersebut dilakukan bertepatan dengan perayaan Hari Persatuan Tuna Netra (Pertuni) di SLBA Bina Insani yang digelar di jl. Purnawirawan Raya, Rajabasa, Bandarlampung.

Dalam sambutannya, perwakilan Lions Club Bandarlampung, Sayrifudin mengatakan, Lions Club Sangkuriang merupakan produsen tongkat putih untuk para tunanetra. Pihaknya juga telah berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan tongkat putih bagi tunanetra.

”Kami sendiri (Lions Club Bandarlampung, Red) sudah berdiri sejak 3 tahun lalu dengan anggota yang sebagian besar merupakan tenaga medis, mulai dari dokter spesialia kanker, mata, diabetes dan lain-lain,” katanya di depan tamu undangan, Rabu (26/2).

Dalam kesempatan itu, para penyandang tunanetra juga mendapatkan bantuan sebanyak 120 bungkus sembako dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) provinsi Lampung. Adapun sembako terdiri dari beras, susu, gula dan susu.

Kepala KPw Bank Indonesia Provinsi Lampung, Budiharto Setyawan mengatakan, selain memberikan bantuan berupa sembako pada penyandang tunanetra tersebut, pihaknya juga memberikan bantuan berupa Al-Quran dengan huruf braile di tahun sebelumnya.

Baca :   Salurkan Bantuan Sembako untuk 399 KPM di Gunungsugih

”Karena memang Pertuni ini telah bekerjasama dengan BI sebelumnya, jadi bantuan yang diberikan kepada mereka juga telah disesuaikan dengan kebutuhan mereka dan sebelumnya kita juga lakukan survei kebutuhan mereka juga,” katanya.

Dalam kesempatan itu, BI juga turut memberikan sosialisasi cara melihat keaslian uang rupiah kepada penyandang tunanetra. Yakni dengan meraba tanda pengenal nilai uang pecahan berupa garis yang ada dipinggir uang kertas.

Di samping itu, Budi juga mengatakan, Pertuni dan BI selama ini telah bekerjasama salah satunya dengan mengusulkan tanda pengenal keaslian uang rupiah tang dapat diraba oleh penyandang tunanetra. ”Kalau dulu bentuknya bulat-bulat, kalau sekarang bentuknya garis-garis di pinggir lembar uangnya,” tandasnya.

Sementara itu, Walikota Bandarlampung, Herman HN yang turut hadir dalam acara tersebut berharap masyarakat Bandarlampung dapat bersama-sama memasarkan hasil-hasil kerajinan penyandang tunanetra untuk membantu mensejahterahkan kehidupan tunanetra.

Di samping itu, dirinya juga mengapresiasi adanya sosialisasi pengenalan nilai uang pecahan mulai dari seribu sampai seratus ribu rupiah kepada para tunanetra.

Baca :   Salurkan Bantuan Sembako untuk 399 KPM di Gunungsugih

”Karena tadi kita lihat juga ternyata masih banyak tuna netra yang tidak mengetahui bagaimana cara mengenali uang pecahan. Jadi kegiatan ini sangat membantu sekali,” tuturnya.

Ketua DPD Pertuni Lampung, Supron Ridisno mengatakan, dengan adanya penanda di uang pecahan cukup membantu penyandang tunanetra saat mengenali nilai uang pecahan rupiah. ”Tapi dengan adanya penanda saya kira tetap perlu dilihat sesitivitasnya, karena indera peraba setiap orang itu kan berbeda-beda,” katanya.

Dirinya juga berharap, Bank Indonesia dapat memfasilitasi para penyandang tunanetra agar mempunyai kesempatan yang sama untuk menabung. Karena masih banyak juga penyandang tunanetra yang ditolak ketika ingin membuka rekning tabungan.

”Kemudian kita harapkan BI memfasilitasi untuk mengakses ATM, karena ada juga teman-teman yang punya rekening tabungan di bank tapi mereka tidak di fasilitasi untuk membuat kartu ATM. Padahal dengan begitu mereka bisa mempunyai peluang untuk membuat bisnis online,” pungkasnya. (red/yud)

Komentar

Rekomendasi