oleh

Bila Terpilih Menjadi Wali Kota, Dang Ike Kembali Ngantor di Luar

RADARLAMPUNG.CO.ID – Bakal Calon Wali Kota Bandarpampung Ike Edwin mengunjungi Graha Pena, markas Radar Lampung, Rabu (26/2). Kunjungan diterima General Manager Radar Lampung Purnawirawan didampingi Pemred Widisandika Budiman dan General Manager Radar Lampung TV Adi Kurniawan didampingi Deputi Jefry Ardi.

Pria yang bakal maju bersama dr. Zam Zanaria itu memaparkan berbagai program untuk memajukan Kota Tapis Berseri ke depannya. Salah satu yang menarik adalah, Dang Ike -sapaanya, bakal melakukan kebijakan berkantor di luar, seperti apa yang dilakukannya saat menjadi Kapolda Lampung beberapa tahun lalu.

Kepada Radar Lampung, Dang mengaku bakal tetap menerapkan kebijakan itu lantaran ingin kerja ibadah. Artinya, dia bisa menyerap langsung aspirasi dari seluruh lapisan masyarakat mengenai seluruh pelayanan publik di lingkup Pemkot Bandarlampung.

“Misalnya mengenai PBB, apa masalahnya. Kita tanya langsung kepada masyarakat. Dengan itu, bisa jadi ada birokrasi yang macet. Jika memang sebelumnya mengurusnya dua bulan, dengan adanya ini bisa dua hari saja,” kata Dang Ike.

Begitu juga dengan persoalan pendidikan. “Misalnya ada pungutan dari sekolah, kita bisa langsung panggil kepala dinasnya. Apakah ada aturannya? Apakah peraturan dari menteri atau tidak, jika ternyata kepala dinasnya yang nyuruh ya kita proses melalui Baperjakat,” kata dia.

Bersama dr. Zam, Dang juga berniat membuat Bandarlampung mendunia. Semisal dengan teknologi informasi yang bisa dirasakan semua kalangan. “Di beberapa negara di luar sudah tidak membutuhkan lagi cash money. Semua serba debit. Dengan sebuah kartu. Kita bisa terapkan di Bandarlampung. Misal, dengan kartu itu dipegang oleh anak sekolah yang teknologinya terkoneksi dengan milik orang tua. Mau bayar apa, terkontrol. Semua harus serba modern,” ucapnya.

Selain itu, yang bakal difokuskan adalah bagaimana mengembangkan pariwisata di Bandarlampung. Dang menuturkan, Lampung dikelilingi sekitar 80 juta penduduk. Menurutnya sudah tentu ini menjadi potensi yang besar untuk pengembangan pariwisata, terlebih dengan adanya akses Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS).

“Di Jakarta itu, per minggunya ada dua juta orang yang ke luar daerah. Mengapa tidak kita tangkap peluang itu. Misalnya 10 persennya saja. Artinya ada 200 ribu orang yang bisa kita tarik ke Bandarlampung. Di situ bisa terjadi perputaran uang yang banyak. Karena mereka pasti berbelanja di sini kan. Jika satu minggu saja sudah segitu, bagaimana jika satu bulan atau dikalikan satu tahun?,” ucapnya.

Namun, yang menjadi PR adalah menguatkan sejumlah sekor pendukung pariwisata. Misalnya, dalam hal akses, kemudian bagaimana mental masyarakat lokal, dan penguatan-penguatan ekonomi kreatifnya.

Program selanjutnya adalah bagaimana menjadikan Bandarlampung menjadi kota teraman se Indonesia. Program ini dilakukan berkaca saat dia menjabat Kapolda Lampung dengan kebijakan polisi di mana-mana. Yang juga patut diingat, dia juga pernah mendapatkan penghargaan bersama M. Ridho Ficardo yang saat itu menjabat sebagai Gubernur Lampung, sebagai daerah penanganan konflik terbaik nasional.

“Tentunya sewaktu menjabat Kapolda dan Kapolres, saya banyak menyerap ilmu dari Kepala Daerah di tempat saya menjabat. Bagaimana menangani macet, bagaimana menanggulangi kemiskinan atau sektor perekonomian. Termasuk bagaimana menjaga situasi yang kondusif,” kata dia.

Di sektor pendidikan, kata Dang dia akan memperhatikan guru. Dia menegaskan, nantinya harus tidak ada lagi guru honorer yang digaji hanya dengan Rp500 ribu. “Bagaimana dia mau menciptakan SDM yang unggul kalau dia lapar? Akan saya buat tenaga kontrak yang gajinya sama dengan PNS. Jika sudah begitu, tentunya mereka punya tanggungjawab mengajar yang benar. Tidak hanya memberikan murid fotokopian pelajaran saja. Karena buru-buru mencari nafkah di tempat lain,” jelasnya. (abd/sur)

Komentar

Rekomendasi