oleh

Pembangunan Agripark Berlanjut

radarlampung.co.id – Pembangunan Taman Wisata Agripark Bandarlampung yang berada di atas lahan seluas 7,5 hektare Kebun Bibit di Jalan Pramuka, Kecamatan Kemiling dilaksanakan dua tahap.

Tahap pertama dilaksanakan pada pertengahan hingga akhir 2019 dengan menelan APBD sebesar Rp1,2 miliar. Kemudian, tahun 2020 sebesar Rp6 miliar.

Kepala Dinas Pertanian Kota Bandarlampung Agustini mengatakan, untuk tahap satu, proses pelakasanaan tender dilaksanakan pada Maret 2020 dan April 2020 masuk pengerjaan hingga akhir tahun.

“Mudah-mudahan tahap II selesai semuanya dan harus jadi. Akhir tahun sudah bisa diresmikan,” katanya kepada Radar Lampung, Rabu (26/2).

Untuk pengerjaan tahap I, pihaknya memakai anggaran yang digelontarkan untuk membangun dua embung, dua gazebo, dua toilet dan satu kantin. Tak hanya itu, pihaknya juga melakukan penanaman jambu kristal, jambu citra, jeruk dan beberapa tanaman buah-buahan lainnya.

“Untuk tahap kedua, kita bangun gedung perkantorannya, musala, rumah produksi/bengkel, plaza, istana bermain, gerbang, pagar dan bangunan pendukung lainnya, ” bebernya.

Baca :   Peduli Kesehatan, TP PKK Kota Bandarlampung Bagikan Telur Rebus

Dirinya berharap, Agripark dapat menjadi taman belajar bagi anak-anak dan pemuda untuk bertani dan bercocok tanam. “Mereka bisa belajar mencangkok dan menyetek rumbuhan,” imbuhnya.

Selain itu, sebagai lahan edukasi untuk mengenalkan jenis-jenis tumbuhan, baik rempah-rempah, buah-buahan, sayur-sayuran, tumbuh-tumbuhan, dan satwa. “Tentunya juga ada taman-taman bermain,” ujarnya.

Dalam pengelolaan Agripark, selain mengerahkan penyuluh pertanian, pihaknya akan melibatkan pemuda tani. “Ada green house,” katanya.

Untuk mendukung pemasukan pendapatan asli daerah, pemerintah kota akan menerapkan tarif melalui peraturan daerah atau pun perwali.

Kepala Bidang Pertamanan Venny Desvialesti menyebutkan, agripark akan dibagi menjadi beberapa zona, yaitu hewan peliharaan, kebun sayuran, buah-buahan (cokelat, lada, bambu, dan vanili), tanaman hidroponik, area flying fox, jogging track dan sepeda, sawah buatan, kebun bibit, dan lain-lain.

Pengerjaan pembangunan agripark terus dikebut sehingga dikerjakan secara lembur. Dia bilang, bahwa pelaksanaan pengelolaan ketika sudah jadi akan melibatkan beberapa dinas terkait seperti, dinas lingkungan hidup dan dinas pariwisata.

Baca :   Ternyata, Tiga Bangunan yang Longsor di Ketapang Masuk Zona Merah

Menurutnya, dengan hadirnya agripark tersebut diharapkan menjadi tempat wisata edukasi bagi masyarakat dan sebagai pendapatan asli daerah. “Nanti di zona hewan itu, anak-anak bisa berinteraksi dan mengenal hewan-hewan seperti kelinci, bebek, ikan, ayam, kambing dan sapi,” ujarnya.

Selain itu, kolam agripark dapat menjadi pemancingan. Kemudian, masyarakat juga dapat belajar memproduksi makanan dari hasil tanaman yang ada di agripark di rumah produksi. Sedangkan, para pedagang makanan tradisional juga dapat meramaikan lokasi tersebut.

Disisi lain, Walikota Bandarlampung Herman HN menyebutkan, bahwa pada 2020 mendatang, menganggarkan senilai Rp6 miliar untuk melengkapi fasilitas, termasuk tanaman, ruang bermain dan pemagaran.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pertanian Kota Bandarlampung Agustini, mengatakan Pemkot Bandarlampung telah menggelontorkan dana Rp4 miliar untuk pembangunan agripark.

Adapun, dua buah kolam buatan yang sudah ada sejak 2003 yang berukuran 40×20 meter persegi dan 20×20 meter persegi dengan kedalaman sekitar 1,5 meter kemudian diperbaiki menjadi kolam yang layak. (apr/yud)

Komentar

Rekomendasi