oleh

DPC Peradi Bandarlampung Gelar Diskusi Publik, Otto Hasibuan: Pengacara Muda Jangan Utamakan Uang!

radarlampung.co.id – DPC Peradi Bandarlampung menggelar diskusi ilmiah Peradi dengan bertemakan peran advokat dalam membangun peradilan bersih. Kegiatan ini dilaksanakan di Ballroom Hotel Sheraton Bandarlampung, Jumat (28/2). Tidak hanya itu, DPC Peradi Bandarlampung juga menggukuhkan Peradi Youngs Lawyers Committee Lampung.

Ketua Dewan Pembina DPC Peradi Otto Hasibuan mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan oleh DPC Peradi Bandarlampung merupakan pelantikan beberapa anggota menjadi Youngs Lawyers Committee (YLC)

“Ini memang sudah lama saya wacanakan sejak saya menjadi Ketua Umum dulu karena YLC ini adalah sisi emas dari Lawyers muda untuk keharusan. Kita ketahui bahwa di seluruh dunia harus ada Youngs Lawyers,” ujar advokat yang mengawal kasus kopi sianida ini.

Otto menceritakan bahwa, sebelum terbentuknya YLC ini kira-kira sekitar delapan tahun lalu dirinya pernah mengundang Presiden IBE ke Indonesia. “Dan kami bicara tentang Youngs Lawyers dan mereka memberi dukungan kepada Peradi dimana ada 11 orang Young Lawyers ini ke Jepang untuk menghadiri konpers internasional dan di biayai oleh IBE, hanya untuk memberikan dukungan agar Youngs Lawyers ini berpartisipasi disana,” jelasnya.

Menurutnya, YLC ini penting dikarenakan merupakan jembatan untuk para pengacara muda ini bisa berkomunikasi baik dan memberikan semangat. Juga menumbuhkan kebersamaan antar advokat termasuk penyuluhan hukum, dan memberikan kesempatan mereka untuk menggantikan kita kelak. Jadi kalau mereka ini tidak ada, artinya SDM kita tidak akan baik. Jadi kalau ada acara kita melibatkan Youngs Lawyers disitulah mereka belajar tentang leadership, kode etik, artinya setelah waktunya tiba mereka yang akan menggantikan kami ini,” tegasnya.

Tidak hanya itu, pentingnya YLC ini didirikan karena memberikan pengalaman bagi pengacara muda, agar dalam perjalanannya kelak mereka jangan sampai salah langkah. “Seperti anak ayam kehilangan induknya. Jadi harus ada membimbing mereka. Jadi inilah program kita sudah lama dan seluruh Indonesia sudah kita wacanakan dan tadi malam sudah kita mulai dilantik pusatnya. Di daerah sudah 18 daerah dibentuk YLC dan akhir bulan ini akan kita bentuk di pusat,” tuturnya.

Lebih lanjut Otto menjelaskan, terkait diskusi hari ini yang ia berikan adalah materinya melakukan penyuluhan hukum yang bersih. “Memang klasik banget ini karena panitia memberikan berkaitan agar YLC ini ketika memulai karirnya kita cuci dulu kita berikan kebaikan dulu ke mereka. Saya khawatir kalau tua-tua kita berikan yang bersih juga susah. Jadi yang muda dulu,” ucapnya.

Selain itu kata Otto, ia juga akan berbicara dengan mereka mengenalkan cara kerja Youngs Lawyers didalam dan diluar negeri sehingga mereka bisa berinteraksi lebih bagus dan saya mau tanamkan ke mereka To Be ALawyers itu seperti apa. Kalau kita ingin bersih kita dulu yang harus bersih enggak mungkin sapu kotor menyapu rumah yang kotor artinya sapunya juga harus bersih juga itu yang akan kita bicarakan,” imbuhnya.

Untuk itu dirinya pun berpesan kepada para pengacara muda bahwa menjadi advokat itu jangan mengutamakan uang. “Uang itu perlu tapi bukan utama. Makanya didalam advokat itu disebut bayaran kepada Lawyers itu honorarium kehormatan sebenarnya. Kedepan saya akan mewacanakan kalau boleh toga advokat itu akan kita ganti supaya kantong advokat itu dibelakang. Ini sebagai simbol bahwa uang itu perlu tapi tidak utama,” katanya.

Kedepan wacana ini akan ia sampaikan setelah Musyawarah Nasional (Munas) nanti. “Mudah-mudahan habis Munas itu kita akan upayakan dan terapkan, karena saya khawatir anak muda ini sudah salah persepsi gunanya advokat mereka sudah terbius teman-teman di tv yang menceritakan bahwa advokat itu punya cewek kiri dan kanan dan kendaraan bagus dan saya khawatir itu mereka salah. Karena bukan itu tujuan advokat,” pungkasnya. (ang/ang)

Komentar

Rekomendasi