oleh

BI Gelar Smart Branding untuk UMKM

 

radarlampung.co.id – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Lampung bekerjasama dengan Keluarga Alumni Gadjah Mada (KAGAMA) Lampung menggelar Smart Branding untuk UMKM di ruang Auditoriun lt. 4 KPw BI provinsi Lampung, Sabtu (29/2).

Kegiatan yang digelar dalam rangka mendukung pengembangan UMKM Sukses Digital tersebut, menghadirkan Pakar Marketing Yuswohady dan Shopee yang turut membagikan kiat untuk mengelola sosial media dalam memperkuat branding usaha sekaligus memperluas cakupan pemasaran.

Kepala KPw BI provinsi Lampung, Budiharto Setyawan mengatakan, UMKM On-boarding dapat diartikan sebagai proses penyesuaian pelaku UMKM untuk masuk sebagai merchant pasar online dan menyesuaikan diri dengan mekanisme yang berlaku di lingkungan marketplace tempat UMKM tersebut berbisnis.

Dia mengatakan, dengan UMKM On-boarding diharapkan dapat meningkatkan potensi pasar industri kreatif dengan sasaran kaum millenial dan dinamis, serta mendorong lahirnya pelaku usaha yang inovatif dan semakin go export dan go digital.

”Hal ini tentunya akan memberikan nilai tambah pada industri kreatif yang berpotensi untuk memiliki akses ke pasar global,” katanya.

Dalam mendukung perluasan implementasi transaksi digital di provinsi Lampung, KPw BI Provinsi Lampung juga menghadirkan Shopee Pay yang merupakan aplikasi uang elektronik yang berguna untuk memudahkan transaksi antara merchant dan konsumen secara non tunai.

Melalui pembayaran menggunakan uang elektronik, pedagang/merchant terbantu dan semakin mudah dalam mengelola pendapatannya yang dapat langsung masuk ke rekening.

Hal ini dapat meminimalisir risiko kehilangan uang, memudahkan cash handling, tidak harus menyediakan uang kecil/kembalian, serta terhindar dari kemungkinan menerima uang palsu.

Sebagai salah satu implementasi Visi Sistem Pembayaran Indonesia (SPI) 2025, Bank Indonesia telah menetapkan standard kode QR untuk pembayaran melalui aplikasi uang elektronik server based, dompet elektronik, atau mobile banking, dengan nama Quick Response Indonesia Standard atau QRIS.

Kode QR standar ini memungkinkan pembayaran yang menggunakan kode QR di Indonesia dapat disatukan memakai kode tunggal, yang dihubungkan melalui Gerbang Pembayaran Nasional (GPN). Sehingga pencatatan dan penyelesaian transaksi dapat diproses secara domestik.

”Sebagai contoh, kode QR di suatu merchant dikeluarkan oleh ShopeePay, namun pembeli dapat membayar menggunakan ShopeePay, Gopay, Dana, LinkAja, OVO maupun dompet elektronik lain, selama saldonya mencukupi,” tambahnya.

Lebih jauh dia mengatakan, QRIS telah diluncurkan bertepatan dengan hari kemerdekaan Republik Indonesia ke-74 pada tanggal 17 Agustus 2019. Per 1 Januari 2020 seluruh kode QR yang diterbitkan oleh PJSP (Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran) harus sudah terstandard QRIS.

”Melalui pelaksanaan workshop ini, UMKM diharapkan dapat menjangkau pemasarannya secara global dan digital. Di samping itu, kami berharap dengan terhubung e-commerce, kegiatan usaha UMKM dapat semakin berkembang pesat dan membawa kesejahteraan,” pungkasnya. (red/yud)

Komentar

Rekomendasi