oleh

Disporapar Lambar Jual Potensi Wisata di Kemenparekraf

radarlampung.co.id – Berbagai upaya terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Lampung Barat melalui Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar), untuk  pengembangan potensi wisata unggulan yang diklaim sebagai sudah tujuan wisata yang sejajar dengan tujuan wisata nusantara lainnya.

Setelah sebelumnya, Kepala Disporapar Lambar Tri Umaryani, SP, M.Si., didampingi para pejabat di Disporapar setempat melakukan audiensi dengan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung, maka upaya lainnya  yakni melakukan audiensi dengan Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) di Gedung Sapta Pesona, Kantor Kemenparekraf di Jl Merdeka Barat Jakarta Pusat.

Kunjungan para ujung tombak pengembangan pariwisata bumi beguai jejama sai betik tersebut awalnya diterima langsung oleh  Direktur Kelembagaan, Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembahaan, Baparekraf/Kemenparekraf Reza Fahlevi. Setelah menyampaikan maksud dan  tujuan, mereka melanjutkan audiensi di Gedung Kemenparekraf di Jl. Kimia, dan disambut Kasubdir Pengembangan Destinasi Regional l Area ll Baparekraf/Kemenparekraf, Ramlan Kamarullah beserta jajarannya.

Tidak hanya itu, audiensi juga berlanjut dengan Direktur Wisata Alam, Budaya, dan Buatan, Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggaraan Kegiatan Baparekraf/Kemenparekraf, Alexander Reyaan di Gedung Sapta Pesona.

Tri Umaryani, usai audiensi mengungkapkan, pertemuan tersebut yakni dalam rangka menyampaikan tentang beberapa potensi wisata yang ada di Lambar yang sangat layak untuk dikembangkan. Dimana menurutnya, Lambar merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Lampung yang memiliki potensi wisata budaya, alam, dan wisata buatan.

“Lambar memiliki kearifan lokal yang sampai saat ini masih terjaga dimana masyarakat Lambar merupakan asul usulnya masyarakat Lampung. Sampai dengan saat ini Kerajaan Adat Paksipak Sekala Bekhak masih ada dan terpelihara adat istiadatnya,” ungkap Tri dalam paparannya.

Kemudian, ia juga menyampaikan potensi wisata alam Lambar, selain Danau Ranau juga ada lima danau yang berada Kecamatan Suoh dan Bandarnegeri Suoh yang dikenal dengan Danau Suoh.

“Untuk diketahui juga Lampung Barat berada pada ketinggian 1.200 Mdpl sehingga wisata kabut, sunrise, dan juga air terjun dapat dinikmati. Kemudian Wisata arung jeram dan road adventure, sambung Tri,  juga dapat dinikmati dengan track yg sangat menantang. Lambar juga memiliki Kebun Raya Liwa yang berlatar belakang Taman Nasional Bukit Barisan Selatan,” bebernya.

Terusnya, saat ini Pemkab Lambar sedang serius menggarap potensi wisata tersebut agar memberikan kemanfaatan bagi masyarakat. Dari hasil audiensi, Kemenparekraf akan mendukung melalui dak fisik dan non fisik, serta peningkatan kapasitas SDM.

Tri mengungkapkan, dari hasil pertemuan tersebut pihak Kemenparekraf juga memberi imbauan agar pemerintah daerah Lambar fokus pada destinasi yang menjadi unggulan untuk dikembangkan.

“Destinasi wisata unggulan Lambar saat ini adalah Lembah Seribu Kawah, Danau Ranau, dan Kebun Raya Liwa. ” Wisata Agro berbasis kopi karena Lambar merupakan penghasil kopi terbesar di Provinsi Lampung, dan tentunya  imbauan dari Kemenparakraf akan dilaksanakan,” kata dia. 

Mengenai target kunjungan wisnus untuk tahun ini harapannya bisa mencapai 200 ribu sementara tahun 2019 baru mencapai 100 ribu yang meningkat 600 persen dari tahun sebelumnya meskipun memang masih kecil jumlahnya. Untuk wisman harapannya bisa mencapai 2000-an lebih, sementara tahun 2019 lalu baru berada diangka dibawah 1000.

“Sektor pariwisata merupakan sektor yang mampu menggerakkan perekonomian daerah, untuk itu kami mengharapkan dukungan pemerintah pusat tidak saja memprioritaskan 10 destinasi unggulan yang telah ditetapkan secara nasional tapi juga mendukung kabupaten lain yang memiliki potensi wisata yang menarik,” imbuhnya. (nop/ang)

Komentar

Rekomendasi