oleh

Busyet! Harga Masker Melejit Hingga Rp350 ribu lebih

radarlampubg.co.id – Penjualan masker ditengah masuknya virus corona (Covid-19)  melonjak tajam. Beberapa apotek dan toko alat medis yang didatangi radarlampung.co.id mengaku kehabisan stok, namun ada yang berhasil ditemukan dan menjual dengan range harga Rp200 ribu hingga Rp350 ribu per kotak yang berisikan 50 masker.

Dalam pantauan ini, sejumlah apotek di Bandarlampung yang masih menyediakan masker tidak menjualnya eceran. Mereka pun memilih menjawab tidak memiliki stok. “Mau berapa? Saya ada, sekotak Rp200 ribu,” ungkap salah satu pegawai apotek di Bandarlampung, Selasa (3/3).

Harga masker yang melejit juga ditemukan di apotek lainnya. Di mana, satu kotaknya masker dijual seharga Rp350 ribu. Namun, tak sedikit orang yang kemudian mencari masker ini. Diantaranya Bidah (38), dia mengatakan sengaja  membeli 1 kotak masker. Harga Rp200 ribu yang dia beli pun dinilainnya masih cukup murah.

“Ini masih mending, tadi saya ke Apotek lain itu sampe 350 ribuan. Makanya saya mending beli disini cuma Rp200 ribu,” ujarnya.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Lampung, Reihana mengatakan, dari Menteri Kesehatan sampai saat ini, belum ada instruksi khusus terkait penggunaan masker untuk masyarakat umum. Namun, masker khusus untuk orang yang dalam kndisi batuk pilek agar tidak menularkan lainnya.

“Soal masker dari Menkes belum ada instruksi masyarakat untuk memakai masker, namun penggunaan lebih baik yang terserang batuk pilek,” Jelas Reihana.

Untuk jumlah yang menipis di lapangan, Reihana menyebut belum ada instruksi langsung dari Menkes untuk mendrop masker khusus di lapangan. Meskipun Reihana memastikan stok masker yang dimiliki Dinkes Provinsi Lampung tetap aman.

“Sampai saat ini stok kami sudah ada dan aman.  Namun kami belum Kalau sudah menjadi keharusan maka akan kami drop langsung. Kami punya stok di provinsi Lampung,  tapi hanya untuk menyiapkan semua pakai masker. Belum ada instruksi jadi belum dibagikan,” tambah Reihana.

Soal kondisi masker yang sudah jarang dipasaran, Reihana mengaku akan berkoordinasi dengan Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) guna melakukan instruksi terkait masker. (rma/yud)

Komentar

Rekomendasi