oleh

Ijazah Anak Buruh Serabutan Tertahan, Wakil Wali Kota Metro Turun Tangan

RADARLAMPUNG.CO.ID – Mendapati informasi adanya warga yang tidak mampu menebus ijazah, Wakil Wali Kota Metro Djohan bergerak mengunjungi kediaman warga bersangkutan. Ya, kabar yang didapatnya, Riswan Saputra, lulusan salah satu SMK Negeri di Metro belum juga merima ijazah.

Padahal, warga Jalan Seledri, Kelurahan Tejoagung itu telah lulus SMK sejak dua tahun silam. Namun lantaran belum mampu melunasi pembayaran di sekolahannya sebesar Rp5,2 juta, ijazahnya pun tertahan.

Diungkapkan Djohan, dirinya mendapat informasi ini kali pertama dari Suhadin, yang menuturkan ada warga tidak mampu tidak bisa menebus ijazah. “Saya dapat info ada warga kita tidak mampu, kerja serabutan, anak tertua dari tiga anak sudah lulus ijazahnya masih tertahan,” ungkapnya.

Dirinya mengaku telah menghubungi pihak sekolah tempat Riswan dahulu bersekolah. “Sudah saya kontak Kepala Sekolahnya, mereka menjelaskan tidak ada penahanan, sekolah sudah memberi peluang untuk membayar 50 persen atau gratis, asal ada surat keterangan tidak mampu,” ungkapnya.

Tapi menurutnya, memang surat keterangan tidak mampu tersebut sering disalahgunakan orang tidak bertanggung jawab untuk mencari keuntungan, segingga dalam realisasinya pihak sekolah harus melakukan survei.

“Nah, memang adik kita Riswan ini tidak buat surat tersebut, sehingga ini akan kita urus lewat RT dan Lurah, pokoknya akan kita bantu,” ungkapnya.

Djohan pun berjanji akan memberikan bantuan untuk Riswan, namun sekolah tempat Riswan sekolah meminta surat keterangan tidak mampu, dan saat ini tengah dibuat oleh RT dan Kelurahan.

“Jadi kita sarankan dulu membuat surat keterangan tersebut, namun apabila tidak ada bisa, kita akan membayarkan penebusan ijazah tersebut,” ujarnya usai mengunjungi kediaman Riswan, Selasa (3/3).

Terlihat, kehidupan keluarga Riswan cukup memprihatinkan, dengan kondisi sang kakek yang bekerja sebagai pengangkut sampah dan ayahnya pekerja serabutan. Sementara sang ibu menunggu warung kecil-kecilan di depan rumahnya.

Terpisah, nasib sama juga dialami oleh dua putri dari pasangan Sayudi yang bekerja sebagai tukang parkir di pasar pagi 24 Tejoagung dan Tego Purwati, yang beralamatkan di Kelurahan Tejoagung yang turut mengadu ke Djohan. (pip/sur)

Komentar

Rekomendasi