oleh

Memanas, Satu Calon Ketua Koperasi TKBM Muncul, Percepatan Perumahan Buruh Jadi Sorotan

RADARLAMPUNG.CO.ID – Belakangan, keberlanjutan kepemimpinan Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Pelabuhan Panjang menjadi perhatian publik. Itu setelah ketua sebelumnya, Sainin Nurjaya diberhentikan karena dugaan keterlibatan penggelapan dana koperasi.

Ya, nominal dugaan penggelapan dana HIK koperasi TKBM Pelabuhan Panjang benar-benar tak bisa dipandang sebelah mata. Dengan total mencapai Rp22,44 miliar, ternyata beberapa oknum diduga menggelapkan dana hingga miliaran rupiah. (Berita terkait: Mengulik Sebaran Dana Penggelapan Koprasi TKBM, Sopir pun Kebagian Rp254 Juta)

Rencananya ketua baru bakal dipilih dalam rapat anggota tahunan (RAT) yang diagendakan 18 Maret mendatang. Dan, kini mulai muncul sosok yang memberanikan diri untuk mencalonkan sebagai ketua baru. Ya, menyatakan hendak menginginkan adanya perubahan dan membuat buruh sejahtera, menjadi niat Agus Sujatma (AS) maju sebagai calon Ketua Koprasi TKBM Pelabuhan Panjang.

“Jadi kita maju sebagai ketua koperasi TKBM ini bukan mau gaya-gayaan, atau gila jabatan. Akan tetapi kita niat tulus bagaimana buruh di TKBM Panjang ini sejahtera, dan hak-hak mereka tersalurkan semua, sesuai undang-undang dan aturan ketenagakerjaan yang berlaku. Saya maju sebagai calon ketua agar buruh diperhatikan kesejahteraannya,” ujar Agus Sujatma di kantornya kepada awak media, Senin (2/3).

Salah satu program yang akan diusung AS, sebagai calon Ketua Koperasi TKBM adalah percepatan pembagunan 200 unit perumahan per tahun. “Kita tetap melanjutkan program lama itu, akan tetapi polanya yang kita rubah, jadi nanti koperasi yang menalangi melalui kerjasama Bank Lampung, untuk Bank Lampung kemudian akan dibayarkan melalui kenaikan dana 8% HIK. Dengan metode percepatan ini kita bermaksud anggota bisa sangat terbantu,” kata dia.

Ya, diutarakan lelaki yang pernah menjadi  anggota DPRD Bandarlampung ini, Koperasi TKBM telah menjajaki kerjasama dengan Pemerintah Provinsi Lampung dengan menggandeng Bank Lampung, yang nantinya akan ada MoU antara pengembang, Koperasi TKBM, dan Bank Lampung.

“Sudah kita jajaki dan pengembang Duta Hidup Lestari (DHL) siap 200 unit rumah per tahun dengan lokasi Desa Talang Uluh, Kecamatan Merbau Mataram, Lampung Selatan,” ungkapnya.

Saat ini, lanjutnya baru terbangun sekitar 150 unit rumah dalam kurun waktu 6 tahun lamanya. Dirinya tak ingin program ini berjalan lamban seperti demikian. “Jadi target saya, selama 5 tahun nantinya bisa terbangun sekitar 1.000 unit perumahan untuk para buruh,” ungkapnya.

Bahkan tak menutup kemungkinan, selain membuat perumahan para buruh aktif, pihaknya juga akan membangun perumahan yang akan diberikan kepada pensiunan para buruh. “Lalu, per dua bulan sekali manageman bakal memberi sembako kepada setiap buruh aktif,” ucapnya.

Di sisi lain, kasus jaminan asuransi ketenagakerjaan yang belakangan menjadi permasalahan dan tengah didalami pihak berwajib pun tak luput dari perhatiannya.

“Kedepan ketika saya terpilih kami meminta agar tunggakan iuran BPJS Ketenagakerjaan yang kabarnya telah mencapai Rp4,2 miliar agar ditangguhkan, hingga setelah kasus ketua sebelumnya jelas dengan membayar dari hasil penjualan aset ketua sebelumnya, Sainin Nurjaya. Tapi yang pastinya jaminan kesehatan buruh akan tetap berjalan. Dan, kami tidak sungkan untuk melanjutkan sampai ke pusat, seperti hal-hal sebelumnya,” jelasnya. (rls/sur)

Komentar

Rekomendasi