oleh

Ratusan Burung Liar Tak Bersertifikat Asal Bengkulu Diamankan Petugas Gabungan

radarlampung.co.id – Ratusan burung dilindungi dan tidak dilindungi dan tidak bersertifikat asal Bengkulu yang diselundupkan melalui mobil travel berhasil diamankan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu Seksi Koservasi Wilayah (SKW) III Lampung bersama Flight Protecting Indonesia’s Birds

Kepala SKW III Lampung BKSDA Bengkulu, Hifzon Zawahiri mengatakan bahwa pihaknya berhasil mengamankan 87 burung liar. Yang dimana rencananya akan diselundupkan ke Kabupaten Pesawaran, Lampung.

“Kita dapatkan informasi bahwa ratusan burung liar ini akan dikirim ke Pesawaran. Nah, jadi kami selidiki dan mencoba mengamankannya di Lampung Utara. Tepatnya di depan Polsek Abung Selatan,” ujarnya.

Menurutnya, ratusan burung liar itu dibawa oleh mobil travel jenis Isuzu ELF bernomor polisi B 7740 UDA yang berasal dari Curup, Provinsi Bengkulu dikemudikan oleh Sutrisno Pujianto. “Asal burung dari Curup yang akan dikirim ke penampung berinisial T,” singkatnya.

Dikatakan dia lagi, dari jumlah total 87 ekor burung yang diamankan, setidaknya ada 29 ekor jenis burung dilindungi diantaranya, poksai sumatra 1 ekor, cucak daun sumatra 18 ekor, cucak daun sayap biru 6 ekor, dan cucak daun besar 4 ekor.

“Sedangkan sebanyak 58 ekor jenis burung tak dilindungi yaitu, poksai mantel 2 ekor, poksai hitam 3 ekor, pleci kacamata 3 ekor, siri-siri 30 ekor, cucak biru 2 ekor, dan cucak jenggot 18 ekor,” ungkapnya.

Direncanakan, BKSDA Bengkulu SKW III Lampung akan melepas liarkan puluhan burung tersebut Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) hari ini juga. “Nah untuk supir ini nantinya akan di proses terlebih dahulu untuk penyelidikan terhadap keterlibatan yang bersangkutan yaitu T,” katanya.

Tidak hanya itu, sebelumnya pihaknya dibantu oleh Polres Lampung Selatan (Lamsel) pada Senin (2/3) kemarin, juga telah mengamankan ribuan jenis burung liar di Bakauheni, Lampung pada sebuah bus antar kota antar provinsi (AKAP).

“Kemarin Pos Bakauheni juga menyita burung 1.270 ekor yang terdiri dari burung merbah cerukcuk 720 ekor, prenjak jawa 375 ekor, dan gelatik batu 175 ekor. Dibawa oleh Bus Damri tujuan Lampung-Jakarta,” tuturnya.

Banyaknya penyelundupan burung liar tersebut menjadi perhatian khusus bagi BKSDA Bengkulu SKW III Lampung, pasalnya jumlah yang diselundupkan tak sedikit melainkan ratusan bahkan hingga ribuan ekor burung. “Selama ini pengawasan tetap ada, sebagian sudah ada yang menjadi tersangka dan ada yang diserahkan ke Polda Lampung. Artinya tindakan kita tetap ada, kita lakukan shock terapi,” katanya.

Menurutnya lagi, kasus yang kembali terjadi ini adalah dimana penyelundupan selalu menggunakan jasa pengiriman paket melalui bus maupun travel. Menanggapi hal itu, Hifzon menuturkan jika dalam jangka waktu dekat akan memberikan pengarahan kepada pihak terkait. “Kedepannya kita akan lakukan pembinaan ke PO terkait. Secepatnya,” ucapnya.

Sementara itu, Direktur Komunikasi Flight Protecting Indonesia’s Birds, Namira Annisa, mengapresiasi upaya BKSDA Lampung, KSKP Pelabuhan Bakauheni, dan Balai Karantina Lampung dalam upaya menggagalkan penyelundupan burung liar Sumatra ke Jawa.

“Dalam catatan Flight antara Januari-Februari 2020, penyelundupan lebih dari 20 ribu burung liar Sumatra ke Jawa berhasil digagalkan. Kita mengapresiasi upaya penegakan hukum yang berhasil menyeret penyelundup burung liar ke meja hijau agar mereka jera,” kata Namira.

Menurut Namira, burung liar di Sumatra tengah mengalami krisis lantaran maraknya penangkapan liar untuk dijual belikan ke pasar-pasar.

“Catatan kita lebih dari 1 juta burung liar Sumatra dicuri dari alam liar per tahun untuk memasok kebutuhan pasar burung, terutama yang berada di Jawa,” pungkasnya. (ang/)

Komentar

Rekomendasi