oleh

RSUD Bob Bazar Diduga Tolak Pasien BPJS


radarlampung.co.id – Program Plt.Bupati Lampung Selatan, Nanang Ermanto, dalam memberikan kesehatan gratis kepada masyarakat cukup baik. Namun, hal ini tidak diimbangi dengan pelayanan yang diberikan oleh pegawai RSUD Bob Bazar.

Madi (30) anak dari Sugi (55), warga kecamatan Palas Lampung Selatan (Lamsel), mengaku sekitar pukul 11.30WIB, Selasa (3/3), pihaknya datang bersama ayahnya ke RSUD Bob Bazar hendak mendapatkan pelayanan kesehatan. Namun, saat mendatangi Instalasi Gawat Darurat (IGD), dokter jaga dinilai enggan menangani ayahnya yang menggunakan kartu BPJS.

“Katanya kondisi fisik ayah saya tidak emergency. Dokter jaga yang bernama dr. Gusti mengarahkan ayah saya untuk periksa ke poli penyakit dalam, dengan membawa rujukan dari Puskesmas,” ungkap Madi.

Mendengar hal tersebut, Madi bersama ayahnya segera pulang kerumah. Namun, belum sampai kerumah, dirinya mampir ke klinik untuk membeli obat. “Ayah saya sudah nggak tahan lagi sakitnya, makanya kami mampir ke klinik untuk beli obat,” ujarnya.

Sementara, Direktur RSUD Bob Bazar, dr. Media Apriliana menegaskan bahwa rumah sakit yang dipimpinnya tidak pernah menolak pasien. Terkait pasien bernama Sugi, pasien tersebut menggunakan BPJS tidak membawa rujukan dari Puskesmas.

“Makanya petugas mengedukasi pasien untuk minta rujukan dulu ke puskesmas,” ungkap dr.Nana, Selasa (3/3).

Dia menjelaskan, pasien BPJS yang masuk IGD adalah pasien-pasien dengan kondisi yang gawat dan darurat. Hal ini sesuai dengan protap di RSBB. “Nah, pasien itu datang tidak dalam kondisi yang gawat darurat, jadi harus ke poli,” katanya.

Terpisah, Ketua Komisi IV DPRD Lamsel, Ahmad Muslim menegaskan, penanganan pasien, semestinya menjadi poin utama dalam pelayanan di rumah sakit. Bukan soal administrasi. “Seharusnya ditangani dulu pasiennya. Kalau masalah administrasi bisa menyusul. Kasian kalau pasien disuruh bolak-balik melengkapi persyaratan. Kan bisa menyusul,” tegas Muslim.

 

Menurut Politisi Partai Golkar ini, pelayanan RSUD Bob Bazar memang belum maksimal. Harus dilakukan peningkatan agar tidak menjadi cerminan buruk tingkat pelayanan di kabupaten itu. “Kami sudah lakukan hearing beberapa waktu lalu, kami menekankan agar memprioritaskan pelayanan dibandingkan administrasi,”pungkasnya. (yud)

Komentar

Rekomendasi