oleh

Sempat Alergi Politik, Ini Alasan Bustomi Berkenan Dampingi Firmansyah

RADARLAMPUNG.CO.ID – Prof. Dr. Ir. Raden Achmad Bustomi Rosadi, M.S. berkunjung ke Graha Pena Lampung, markas Radar Lampung, Rabu (4/3). Kunjungannya bersama tim Berjamaah disambut langsung Pemimpin Redaksi Radar Lampung Widisandika Budiman.

Dalam kunjungan itu, Prof. Bustami menceritakan sedikit pengalamannya terjun ke dunia politik. Awalnya dia alergi dengan politik dikarenakan beberapa hal.

“Karena politik itu kotor, apabila bla bla bla. Pada waktu itu saya menganggap pokoknya saya PNS saja titik,” ucapnya.

Lalu, semenjak dirinya diminta Firmansyah Y Alfian untuk membantu tugas di Darmajaya sebagai Wakil Rektor IV, dirinya mulai mencoba membuka diri.  Memang, kala itu dia sempat menolak sebab Darajaya yang dikenal dengan perguruan tinggi berbasis IT, tidak sesuai latar belakang keilmuannya. Namun, Firman menjelaskan kepadanya posisinya sebagai Warek bertugas seputar hubungan antar lembaga dan beberapa hal lain.

“Selama enam bulan saya bergaul dengan pak Firman memang semula tidak ada bayangan dia bakal nyalon. Tapi, semenjak keputusan itu tentunya saya sebagai anak buah mendukung. Saya menjadi tim sukses dan membuat visi-misi, ” kata dia.

Bustomi mengatakan, tidak menyangka dirinya dipilih mendampingi Firman untuk menjadi bakal calon Wakil Wali Kota Bandarlampung. Awalnya sudah ada satu nama yang akan mendampingi Firman. Namun, dengan berbagai pertimbangan dicari alternatif.

“Saat diskusi mencari alternatif itu, dia lengsung nembak saya. Memangnya pak Bus siap jadi wakil saya? Kata pak Firman. Sontak saya langsung bilang Siap! Tanpa ada pertimbangan. Dan alhamdulillah, ketika diumumkan, keluarga juga mendukung,” kata dia.

Dia juga mendukung majunya Firman melalui jalur independen. Di mana, sebelumnya Firman sempat melirik menjadi orang nomor satu di kota tapis berseri ini melalui jalur partai politik (parpol). Namun, dia melihat karakter Firman yang kuat dan sudah hijrah.

“Dinamika politik begitu besar. Dan syarat dengan mahar politik. Dan dianggapnya itu tidak sesuai. Karenanya dia memilih jalur independen. Ini merupakan politik santun,” ungkapnya.

Maju melalui independen, kata dia, sekaligus upaya Bustomi dan Firman untuk merubah paradigma masyarakat agar berpolitik santun tanpa mahar. Dia menyadari yang dilakukannya bersama Firman adalah melawan arus.

“Akan tetapi menang tidak selalu dengan menggunakan uang. Seperti contohnya pengumpulan KTP benar-benar murni dukungan dari masyarakat. Kalau toh ada untuk koordinator tim ya wajar-wajar saja, itu kan untuk transport mereka,” kata dia.

Mengenai program, kata Bustomi, pihaknya akan tetap menjalankan program yang sudah berjalan. Namun, ada beberapa hal yang akan diangkat khusus dengan visi-misi Bandarlampung Berjamaah. “Program yang bagus tentunya kita teruskan selagi itu bagus untuk masyarakat,” ucapnya.

Mengenai tujuan Smart City, dia mengatakan tentunya kapasitas Darmajaya juga bisa mendukungnya. Di mana, dukungannya adalah seluruh kelurahan di Bandarlampung yang berjumlah ke 126 akan dipasang Wifi gratis.

“Jadi ada tempat co working space untuk generasi milenial. Tidak hanya milenial saja. Tapi untuk semua go working. Jadi nanti bisa terintegrasi dengan pemkot. Pemkot bisa memantau semua kegiatan dengan hanya di satu tempat saja,” kata dia.

Komentar

Rekomendasi