oleh

Ada Even di Pesisir Barat, Pemprov Minta Masyarakat Tak Panik Soal Virus Corona

 

 

radarlampung.co.id – Upaya pencegahan terkait Virus Corona (Covid-19) di Provinsi Lampung, kali ini disasar pada penggiat pariwisata di Provinsi Lampung. Hal ini dilakukan, mengingat pariwisata merupakan salah satu target wisatawan mengunjungi berbagai daerah.

Karena itulah, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung menggelar sosialisasi, tak hanya untuk jajarannya, namun juga dengan stakeholder terkait. Apalagi, April mendatang, Pesisir Barat akan kedatangan even besar Indonesia The Surf Capital Of The World, Krui Pro 2020 yang rencananya digelar pada 13 – 20 April 2020.

Kepala Dinas Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung, Edarwan mengatakan, kegiatan ini, dilakukan berkaitan dengan dampak pemberitaan virus corona (covid-19), Karena beberapa daerah juga sudah terlihat dampak, meskipun di Lampung belum dirasakan dampaknya.

”Maka itu Dispar mengumpulkan semua stakeholder agar mendapatkan penjelasan konkrit dan jelas-jelasnya untuk mendapatkan informasi soal Covid-19 bagi kalangan pengusaha, supaya agar tidak ada kepanikan. Dan kami perlu mendapatkan penjelasan konkrit cara mengantisipasi Virus corona,” beber Edarwan Kamis (5/3) di kantornya.

Hal ini dilakukan juga untuk mengurangi kepanikan masyarakat terkait virus corona. Edarwan menilai kegiatan antisipasi ini dilakukan agar tidak ada kepanikan di masyarakat dan bsia mengantisipasi sedini mungkin dampak-dampak yang akan terjadi. ”Antisipasi ini untuk memperkecil dampak yang akan terjadi. Sehingga kami mendapatkan informasi yang jelas terkait virus corona,” tambah Edarwan.

Di tambahkan Kadis Kesehatan Provinsi Lampung, Reihana, gelaran Indonesia The Surf Capital Of The World, Krui Pro 2020 yang rencananya digelar pada 13 sampai 20 April 2020 tidak perlu dikhawatirkan. Sebab seluruh pendatang yang baru datang ke area even tidak dilarangan.

”Tidak masalah (even), karena tidak ada travel warning terkait festival itu. Nanti screningnya untuk even jalur biasa akan ada Kantor kesehatan Pelabuhan (KKP) kelas II Panjang disana. Makanya kami berkoordinasi dengan pariwisata dan melawan Hoax,” beber Reihana.

Menurut Reihana, saat ini paling sulit melawan hoax. Banyak sekali informasi yang di share namun belum tentu kebenarannya. ”Ya kami minta dalam membagikan informasi harus jelas, jangan sampai hoax ini menyebar. Hoax akan membuat kepanikan dan akan berimbas pada kesehatan masyaraakat juga,” tambahnya. (rma/yud)

Komentar

Rekomendasi