oleh

Siswa Al Kautsar Jadi Peserta Simulasi Sidang PBB

RADARLAMPUNG.CO.ID – Faiz Ardana Sani, siswa kelas XI MIPA 2 SMA Al Kautsar menjadi salah satu peserta Asia Youth Internasional Model United Nations (AYIMUN) di Kuala Lumpur, Malaysia pada pertengahan Februari 2020 yang lalu. 

Melalui sambungan telepon pada Minggu (8/3) pagi, Faiz menceritakan pengalamannya di ajang akademik simulasi sidang PBB terbesar dan bergengsi di dunia itu.

“Ada 500 peserta yang berasal dari berbagai negara, ada yang berasal dari Benua Asia, Afrika, Amerika, dan Eropa,” ujar Faiz. 

Acara dibuka dengan diplomatic dinner dan grand symposium yang menghadirkan pembicara terkenal. Seperti Mr. Joachim Babo (Representative of Australia High Commisioner),  Mr. Rehhahn Tudball (The President of United Nation Assosiation Malaysia), dan Mr. Alaa Bakkar (Founder of Give and Go Foundation and Speaker of TEDx). 

Faiz menjelaskan, kegiatan yang berlangsung pada pertengahan Februari lalu ini bertujuan melatih anak muda di dunia tentang sidang PBB. 

Acara intinya, lanjut dia, berupa committee session dengan membagi 500 delegasi menjadi 6 council atau dewan PBB, yaitu Unicef, UNHRC, FAO, WHO, UNHCR, dan United Nations General Assembly 3rd Committee (Socia, Humanitarian and Cultural).

Bahkan, setiap dewan PBB tersebut harus memiliki topik pembahasan masing-masing.

“Saya sendiri tergabung dalam dewan pokok PBB United Nations General Assembly 3rd Committee yang menangani masalah tentang sosial, kemanusiaan, dan budaya,” tuturnya. 

Faiz mengatakan, mereka membahas topik combating xenophobia and bigotry in sovereign country atau ketakutan dan ketidaksukaan negara tuan rumah terhadap imigran yang datang dari negara lain. 

“Setiap council dapat mengajukan mosi permasalahan, setelah itu diplomat dari setiap negara menyampaikan argumen berupa tanggapan-tanggapan yang berdampak pada negara masing-masing delegasi,” ujarnya. 

Faiz mengaku mendapatkan pengalaman sangat berharga dalam kegiatan AYIMUN ini. “Simulasi sidang umum PBB tersebut dibuat seperti aslinya sehingga peserta memahami tugas-tugas dan fungsi delegasi suatu negara dalam sidang PBB,” pungkasnya. (gie/sur)

Komentar

Rekomendasi