oleh

Pemkot Bandarlampung Respon Keluhan Pedagang Ramayana

radarlampung.co.id – Merespon keluhan pedagang Pasar Bawah Ramayana, Kepala Dinas Perdagangan Kota Bandarlampung Adiansyah meninjau langsung ke lokasi. Dari hasil peninjauannya itu, Pemkot mulai berbenah.

Adiansyah mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan CV Bumi Waras (BW) selaku pihak ketiga. Dari hasil koordinasi itu, kemudian, pihak perusahaan akhirnya memberikan alokasi penerangan sebanyak 12 unit lampu neon.

Sedangkan untuk kebersihan, dirinya telah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandarlampung untuk meningkatkan kebersihan di lokasi. “Kita sudah berkoordinasi, akan ditingkatkan lagi kebersihannya,” katanya, Rabu (11/3).

Peningkatan kebersihan itu berupa pengangkutan sampah yang menimbulkan bau tak sedap dan pengangkutan sampah secara berkala dan teratur. Dirinya berharap dengan adanya penerangan dan peningkatan kebersihan para pedagang bisa kembali berjualan dan para pembeli kembali ramai.

Terkait peningkatan bangunan, dirinya menyerahkan kepada pihak ketiga agar turut andil. Lantaran kontrak CV BW hingga tahun 2027. Meskipun demikian, sepenuhnya hal itu juga peran dari pihak ketiga.

“Saya berharap, para pedagang menjaga fasilitas yang sudah diberikan, termasuk menjaga kebersihan bersama-sama. Kita sama-sama berusaha, supaya pembelinya tambah ramai lagi, kalau bisa jangan terlalu mahal,” harapnya.

Sementara, Kepala UPT Pasar Bawah Ramayana Pauzi S. menambahkan, penerangan dilakukan untuk memberikan rasa aman dan nyaman di lokasi. “Kami juga akan meningkatkan keamanan,” ujarnya.

Dia juga berharap, CV BW ikut ambil bagian dalam tanggung jawab pengelolaan. “Harapannya BW juga lebih memperhatikan pasar bawah ini. Supaya mereka juga bisa melihat mana yang kurang, jangan hanya kami saja, kalau perlu diperbaiki, ya kita perbaiki bersama,” ucapnya.

Berdasarkan pantauan Radar Lampung, lampu-lampu di pasar bawah tersebut mulai dilakukan pemasangan secara bertahap. Tampak beberapa petugas kebersihan juga hadir membersihkan lokasi. Setidaknya, meski sudah dibersihkan, pasar ini masih terlihat banyak sawang dilangit-langit dan lantai yang masih kurang terawat.

Sebelumnya, pasar tradisional yang berada di bawah Mall Ramayana, Jalan Raden Intan Kecamatan Enggal kini mulai ditinggalkan pedagang. Kondisi yang tak terawat dan sepinya pembeli menjadi penyebabnya.

Pedagang ikan yang menempati amparan disana, Mami mengatakan, meskipun sebenarnya kondisi demikian sudah terasa sejak lima tahun terakhir dan semakin parah sejak pertengahan 2018.

Tak jauh berbeda penuturan pedagang sayur mayur, Mai (50) menyebutkan, pasar bawah Ramayana merupakan pada jamannya 20 tahun silam merupakan pasar tradisional yang paling diminati dan ramai pembeli. “Kalau sekarang di sini pasar yang paling sepi,” keluhnya. (apr/yud)

Komentar

Rekomendasi