oleh

Pemilik Bengkel Respon Keluhan Warga

 

radarlampung.co.id – Pemilik bengkel di Gang Galunggung I RT 10 Lingkungan II Kelurahan Perumnas Wayhalim, Kecamatan Wayhalim merespon keluhan warga untuk mengembalikan fungsi awal menjadi taman.

Hal itu diungkapkan Ketua RT 10 Lk. II Perumnas Wayhalim Hj. Sakiah, usai berkomunikasi dengan pemilik bengkel, Sukaryadi. Menurut Sakiah, pemilik bengkel mengaku, keberadaan bengkel di gang itu hanya sementara hingga selesai merenovasi.

“Iya memang sudah berkomunikasi dengan saya melalui sambungan telepon, dia berjanji akan mengembalikan fungsi awal pemukiman. Waktu itu kan dia mau bikin taman,” katanya kepada Radar Lampung, Kamis (12/3).

Terkait, keluhan lainnya seperti adanya usaha banner yang berada di gang tersebut, Sakiah akan segera menggelar pertemuan antara Sukaryadi dengan 31 warga yang menuntut usaha tersebut.

“Dalam waktu dekat ini, dua atau tiga hari kita akan kumpul mendiskusikanya, agar semuanya menjadi klir dan tidak ada permasalahan. Harapannya baik-baik saja,” ujarnya.

Sakiah mengungkapkan, atas laporan Bhabinkamtibmas, jika pemilik bengkel akan memindahkan usahanya ke Jalan Rajabasa Raya agar warga Gang Galunggung I tidak terganggu lagi aktivitas usahanya tersebut.

Berdasarkan Radar Lampung, terlihat bahwa tidak ada lagi kegiatan pengecetan di bengkel tersebut. Namun, untuk usaha benner masih terlihat beraktivitas berupa pembuatan banner.

Sebelumnya, Warga Gang Galunggung I RT 10 Lingkungan II Kelurahan Perumnas Wayhalim, Kecamatan Wayhalim keberatam adanya keberadan bengkel di pemukiman padat penduduk itu.

Melalui surat pernyataan keberadan warga, setidaknya ada 31 warga Gang Galunggung warga yang telah membubuhkan tanda tangan yang ditembuskan ke beberapa instansi terkait, termasuk ke Walikota Herman HN.

Warga menilai, bengkel tersebut dianggap telah membuat resah warga sekitar yang menimbulkan kebisingan dan polusi udara lainnya. Adapun surat pernyataan itu berisi tentang ketidak nyamanan warga karena suara bising/berisik dari mesin Grinda besi dan alat Gergaji serta adanya Polusi udara.

Kemudian, ada Aroma Cat dari tinta sablon yang mengganggu pernapasan warga di gang Galunggung I. “Yang paling mengganggu sekali jelas karena gang ini  sempit adanya mobil yang keluar masuk bengkel. Apalagi karyawannya tidak pernah melaporkan diri ke ketua RT,” ungkap Novi Winaryo, ST warga Gang Galunggung, Senin (9/3). (apr/yud)

Komentar

Rekomendasi