oleh

Penundaan Wisuda UIN Raden Intan Janggal

radarlampung.co.id – Calon wisudawan Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung, merasa kecewa dengan penundaan Wisuda periode I yang seharusnya dilaksanakan bulan Maret, menjadi Bulan Juni 2020.

Dedy Indra Prayoga, dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, UIN Raden Intan Lampung yang merupakan calon wisudawan mengaku tak menyangka atas penundaan tersebut. Sebab, seharusnya dirinya menjadi sarjana pada bulan Maret, maka harus tertunda hingga 3 bulan kedepan yakni Juni 2020.

“Kalau kecewa pasti, karena sudah dua kali ditunda untuk pelaksanaan wisuda periode 1 tahun 2020 ini. Karena kita juga sudah melakukan persiapan untuk pelaksanaan wisuda ini, seperti membuat baju dan menyiapkan Toga,”katanya, Sabtu (14/3).

Menurutnya, alasan universitas menunda proses wisuda, lantaran virus Corona untuk menghindari perkumpulan orang banyak. Namun, yang membuat dirinya janggal adalah, acara seminar yang direncanakan pada 26 maret mendatang di UIN Raden Intan Lampung, tidak ada pemberitahuan penundaannya. Padahal, seminar tersebut mengumpulkan orang banyak.

“Kalau memang kampus UIN sudah mengeluarkan surat edaran dari pimpinan untuk menunda semua acara yang mengumpulkan orang banyak, maka konsekuensinya semua acara tanpa terkecuali mestinya juga ditunda, baik acara mahasiswa maupun acara diskusi publik. Tapi diskusi itu belum ada pemberitahuan penundaan. Kan aneh,” herannya.

Sementara, Kassubag Humas UIN Raden Intan Lampung, Hayatul Islam membenarkan adanya penundaan prosesi wisuda periode I tahun 2020. Hal tersebut sebagai langkah untuk kewaspadaan dini, dan pencegahan penyebaran virus corona di lingkungan kampus.

Penundaan itu, berdasarkan surat pemberitahuan UIN Raden Intan Lampung nomor B-881/UN.16/Pan.Wis/P-1/03/2020. Dalam surat itu disebutkan bahwa pelaksanaan wisuda periode I tahun 2020 ditunda sampai dengan minggu kedua bulan Juni 2020 (bersamaan dengan periode II tahun 2020).

“Nah, bagi para mahasiswa calon wisudawan periode I yang ijazahnya telah selesai, maka akan diberikan duplikat ijazah, sedangkan ijazah asli dapat diambil saat proses wisuda dilaksanakan,” katanya.

Terkait acara seminar yang rencananya akan digelar pada 26 Maret, Hayatul menegaskan telah menundanya hingga batas waktu yang tidak ditentukan. “Seminar itu sudah kita sosialisasikan untuk ditunda. Kami menundanya sampai batas waktu yang tidak ditentukan,” pungkasnya. (rur/yud)

Komentar

Rekomendasi