oleh

Provinsi Lampung Masih Kekurangan Dokter Tulang, Ini Jumlah Dokternya

radarlampung.co.id – Banyaknya kasus pasien tulang di Provinsi Lampung, tidak diimbangi dengan jumlah dokter yang ada, sehingga pasien sering kali di rujuk ke luar kota untuk menangani penyakitnya.

Hal tersebut diungkapkan Ketua PBOI (Perhimpunan Ahli Bedah Ortopedi Indonesia) Cabang Lampung, dr.Aswedi Putra, saat menyampaikan seminar symposium penanganan orthopaedic dan traumatology untuk dokter umum, di Ballroom Hotel Horison, Sabtu (14/3).

Menurutnya, saat ini, jumlah dokter ortopedi di Lampung sebanyak 14 orang. Jika dilihat dari jumlah pasien yang ada, jumlah tersebut dianggap masih kurang. Tidak tertanganinya pasien ortopedi, membuat para dokter spesialis terkadang merujuk pasien itu ke luar Lampung.

“Nah, melalui seminar ini, kita berharap ada transfer ilmu yang diberikan oleh dokter spesialis ortopedi kepada para dokter umum, sehingga dokter umum dapat memahami jika mendapatkan pasien yang mengalami masalah tulang,” ujarnya.

Aswedi menjelaskan, Provinsi Lampung, telah memiliki beberapa konsultan untuk penanganan tulang, diantaranya Konsultan Tulang Belakang, Konsultan Tulang Bengkok, Konsultan pada Hand (pada syaraf pundak atau tulang tulang kecil), Konsultan  Rekontruksi pada Tulang Dewasa (Konsultan Hip and Knee).

“Tinggal bagaimana partisipasi pemerintah daerah untuk melengkapi sarana dan prasana, sehingga tidak terjadi kembali penanganan tulang hingga dikirim ke luar Lampung,” harapnya.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Bandarlampung, dr.Edwin Rusli berharap, ada penambahan jumlah dokter ortopedi Bandarlampung. Sebab, dari jumlah dokter ortopedi yang ada di Provinsi Lampung, Bandarlampung hanya memiliki 5 dokter ortopedi.

“Semoga ada penambahan dokter spesialis ortopedi, karena Bandarlampung merupakan kota mobilisasi masyarakat yang cukup aktif,” katanya.

Salah satu pemateri dalam seminar, dr. Fatah Manovito, Sp.OT, menegaskan bahwa, ortopedi bukan hanya menangani persoalan tulang saja. Namun juga bagaimana mencari solusi perbaiki fungsi tulang itu kembali pasca operasi.

“Jadi, dalam menangani pasien tulang, kita harus memikirkan bagaimana fungsi tulang itu kembali seperti semula pasca operasi. Itu yang lebih penting,” ungkap Fatah yang juga Konsultan Tulang di Kota Metro. (gie/yud)

Komentar

Rekomendasi