oleh

Ganjar Pranowo Sapa Warga via Telekonferensi

radarlampung.co.id. –  Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo batal datang ke Kampung Limanbenawi, Kecamatan Trimurjo, Lampung Tengah, Minggu (15/3). Meski tidak dapat hadir dalam pencangan kampung edukasi wisata sayur dan buah di Kampung Limanbenawi, Ganjar  menyapa warga via telekonferensi.

Lewat sambungan live itu, ketua umum Keluarga Besar Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) ini mengucapkan permohonan maaf atas ketidakhadirannya pada kegiatan peresmian pencanangan kampung edukasi wisata sayur dan buah. “Sebelumnya, saya minta maaf pada saudara-saudaraku semua yang ada di Lamteng, khususnya yang Kagama Lampung dan juga seluruh Kelompok Wanita Tani (KWT) atas ketidakhadiran saya,” ujarnya.

Ganjar mengungkapkan bahwa situasi saat ini khususnya di Jateng sedang tidak kondusif dikarenakan adanya kasus virus Covid-19 (Corona). “Sekali lagi, saya minta maaf. Untuk saat ini kondisi di Jateng sedang siaga dalam penanganan virus Covid-19 yang sedang melanda. Terlebih ada beberapa korban yang terdeteksi terjangkit virus. Insya Allah, di lain waktu saya akan hadir di Lamteng,” ungkapnya.

 

Ganjar mengimbau kepada masyarakat yang hadir untuk dapat bersama-sama memerangi atau mencegah terjadinya Corona. “Perangi corona dengan cara mengurangi berkumpul di tempat keramaian, rajin mencuci tangan, dan menjaga kontak langsung dengan orang asing,” imbaunya.

Meski Ganjar tidak hadir, Bupati Lampug Tengah Loekman Djoyosoemarto bersama Rektor UGM Panut Mulyono didampingi Sekretaris Kementerian Desa Anwar Sanusi mengunjungi kampung edukasi wisata sayur dan buah di Kampung Limanbenawi. Loekman bersama Keluarga Besar Alumni Kagama juga didampingi beberapa jajaran OPD Lamteng disambut meriah oleh ratusan warga. Loekman juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Gubernur Jateng yang juga Ketua Umum Kagama Ganjar Pranowo. “Sebelumnya saya mewakili Bapak Ganjar Pranowo, mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat yang sudah hadir di sini atas tidak hadirnya Bapak Ganjar Pranowo di tengah-tengah kita. Namun, beliau diwakili oleh wakilnya Bapak Sanusi Anwar,” ucapnya.

Loekman mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan kunjungan dari UGM untuk mengetahui adanya kegiatan yang dipelopori oleh Pengda Kagama Lampung. “Ini lah hasil dari binaan-binaan yang dilakukan oleh anggota Kagama Lampung. Saya berharap di setiap kecamatan yang ada di Lamteng dapat memiliki kampung edukasi seperti yang ada di Kampung Limanbenawi ini,” harapnya.

Sementara Rektor UGM Panut Mulyono mengatakan bahwa Kampung Limanbenawi merupakan salah satu kampung binaan dari Kagama Lampung.

“Kami dari UGM sebagai almamater dari para alumni ingin melihat langsung yang kemudian nanti kita tindak lanjuti dari kemajuan yang sudah dicapai di kampung edukasi wisata buah dan sayur ini,” ujarnya.

Panut melanjutkan, selaku fasilitasi atau pembina dirinya sangat mengapresiasi apa yang sudah dicapai oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) yang berada di Kampung Limanbenawi. “Saya rasa kampung ini memang sudah cocok kalau dinobatkan sebagai kampung edukasi wisata sayur dan buah. Sebab, kalau saya lihat dari penataan halaman dan pertaniannya sangat tertata rapi,” katanya.

Sekarang ini, kata Panut, dirinya sedang mempelajari cara untuk dapat memproduksi hasil dari sayur dan buah yang dihasilkan oleh kampung edukasi wisata sayur dan buah untuk dapat masuk ke pasar modern. “Saat ini kita sudah lihat bahwa warga kampung edukasi ini sangat antusias di dalam memanfaatkan halaman untuk menghasilkan buah dan sayur. Kita juga sedang mempelajari secara dalam bagaimana kita membangun pasar dan juga membangun suplai izin agar bisa masuk ke dalam supermarket,” ungkapnya. (rnn/rls/sya)

Komentar

Rekomendasi