oleh

Kadiskes Beber Asal Mula Pasien Positif Corona di Lampung Terpapar

RADARLAMPUNG.CO.ID – Pasien laki-laki berusia 62 tahun yang tengah mendapatkan perawatan di ruang isolasi Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM), yang dinyatakan positif terkena virus corona (Covid-19) diketahui pernah ikut dalam satu kegiatan jemaat di Bogor Februari lalu.

Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Lampung Reihana mengungkapkan awal mula kasus ini dilaporkan oleh anak (32) dari laki-laki usia 62 tahun ini.

”Pasien ini yang melaporkan pertama adalah anaknya umur 32 tahun. Alasan melapor dikarenakan khawatir mendapat informasi pada saat 14 Maret 2020 dari perkumpulan jemaat Lampung, bahwa ada 1 orang jemaat yang meninggal dunia dengan diagnosa covid19 di daerah Jawa tengah, serta ada informasi juga satu orang jemaat sedang dirawat di Jakarta. Di mana jemaat tersebut berada pada saat acara kegiatan yang sama dengan ayahanda pelapor,” beber Reihana Rabu (18/3).

Reihana menjabarkan riwayat perjalanan pasien ini, di mulai pada 25 sampai dengan 28 Februari laki-laki 62 tahun tersebut menghadiri seminar di GPIB hotel Aston Bogor dan pada 29 Februari pasien kembali ke Bandarlampung. Dari kembali ini, pasien mulai merasakan gejala tanggal 3 Maret 2020 dengan gejala panas, batuk, makan minum susah menelan, dan suhu 37 derajat celcius.

Baca :   Pemerintah Diminta Responsif Dalam Pengembangan Sektor Keuangan

”Lalu memeriksakan diri di sebuah dokter swasta di Bandarlampung. Sempat juga melakukan pemeriksaan laboratorium di rumah sakit Advent. Waktu itu dicurigai widal untuk thypoid. Selanjutnya periksa di Puskesmas Simpur juga pada 13 Maret, keadaannya saat itu tekanan darahnya masih normal, dicek lagi widalnya dan saat bertanya kepada pasien, pasien belum menyatakan adanya riwayat kontak saat pertemuan di Bogor. Jadi bapak ini tidak bercerita bahwa pernah kontak dengan yang acara di Bogor,” beber Reihana.

Selanjutnya anak pasien tersebut datang lagi ke Puskesmas Simpur yang melaporkan informasi yang didapat dari perkumpulan jemaat dan pulang dibekali masker. Kemudian istri dari bapak ini kondisinya panik dan datang ke Puskesmas Simpur juga meminta rujukan BPJS, untuk membawa pasien ke RSUDAM.

Baca :   Dukung WFH, Horison Gulirkan Program Delivery

Dengan riwayat tersebut, Dinkes Lampung sudah melakukan tracking lebih dahulu sebelumnya pada setiap orang yang memiliki kontak dengan pasien tersebut. Dengan begitu nantinya Dinkes akan mengambil Swab tenggorokan pada orang-orang yang memiliki kontak tersebut.

”Selanjutnya untuk semua orang-orang yang pernah berhubungan dengan pasien sudah kami data. Jadi untuk informasi kami di Lampung ini, saya punya kebijakan kalau orang sudah masuk dalam PDP (pasien dalam pemantauan) sambil kita menunggu hasil laboratorium kita sudah melakukan tracking. Baik dengan siapa saja dia bertemu, kontak itu sudah ada datanya jadi tak kala hasil lab datang kita tinggal melakukan pemeriksaan swab atau tracking terhadap orang-orang yang ditemui bapak ini. Jadi jangan panik, insya Allah bapak ini kondisinya baik mudah-mudahan kita doakan bersama bisa survive dan sehat,” tandasnya. (rma/sur)

Komentar

Rekomendasi