oleh

Keterbatasan Hand Sanitizer Dorong Itera Produksi Sendiri

RADARLAMPUNG.CO.ID – Institut Teknologi Sumatera (Itera) berkolaborasi memproduksi hand sanitizer secara mandiri. Hal tersebut dikarenakan sulitnya ditemukan hand sanitizer di pasaran sebagai salah satu upaya pencegahan corona virus disease (Covid-19) dengan menggunakan cairan antiseptik pembersih tangan atau hand sanitizer.

Dosen Prodi Farmasi Itera yang juga Koordinator pembuatan hand sanitizer, Nur Adliani, M.Si., Apt., mengatakan, langkah pembuatan cairan antiseptik secara mandiri dilakukan guna memastikan tetap tersedianya hand sanitizer di lingkungan kampus Itera.

Mahasiswadan dosen Itera membuat produk hand sanitizer sesuai standar yang telah ditetapkan organisasi kesehatan dunia (WHO) untuk produksi skala lokal.

“Untuk sementara ini kami baru mampu memproduksi sebanyak 20 liter hand sanitizer, karena memang keterbatasan bahan yang sudah mulai langka, ke depan kami akan melakukan produksi kembali,” katanya, Rabu (18/3).

Dikatakannya, Itera juga membuka kesempatan kerja sama dengan berbagai pihak, untuk melakukan produksi hand sanitizer sesuai standar WHO, guna mengatasi kelangkaan produk tersebut.

Produk hand sanitizer produksi mahasiswa dan dosen tersebut akan ditempatkan di seluruh gedung yang ada di Itera. Nur Adliani berharap seluruh sivitas akademika Itera yang masih berkegiatan di lingkungan kampus dapat memanfaatkan fasilitas hand sanitizer tersebut, guna mengurangi penyebaran virus covid-19 di lingkungan kampus Itera dan dapat mengikuti ajuran pencegahan Covid-19 seperti anjuran yang telah dikeluarkan oleh Rektor Itera.

Adapun bahan-bahan yang digunakan untuk 1 liter di antaranya Etanol 96 persen yang diencerkan atau sebanyak 833,33 ml, H2O2 3 persen yang telah diencerkan sebanyak 41,67 ml, Gliserol 14,5 ml, dan Aquadest secukupnya hingga volume total akhir menjadi 1.000 ml. (rur/rls/sur)

Komentar

Rekomendasi