oleh

Buruh Bangunan Penderita Tumor Ganas Ini Butuh Perhatian Pemerintah

RADARLAMPUNG.CO.ID – Menderita tumor di bagian anus, Randi Saputra (27), warga jalan Mangga, Pasir Gintung, Tanjungkarang Pusat memerlukan bantuan donasi dari donatur dan  pemerintah setempat untuk berobat.

Keterbatasan biaya membuat Randi hanya menahan kesakitan di rumahnya. Dikatakan sang istri, Selviya Wulandari (25), suaminya mengidap penyakit tersebut sejak dua tahun lalu.

“Sudah dua tahunan lebih ini sakitnya,” katanya, Rabu (19/3).

Awalnya, Randi mengalami nyeri dan gatal setiap hari di daerah retrum hingga memutuskan pemeriksaan dan telah dilakukan dua kali operasi pengambilan sample.

“Dia (suami, red) sudah dua kali operasi pengambilan sample, tumornya itu kan ganas dan katanya kalau dilakukan operasi pengangkatan sekali lagi itu umurnya gak akan lama lagi, jadi gak berani dan pada gak setuju, kata dokter dulunya jarang makan sayuran dan air,” ujarnya.

Atas dasar tersebut, pihaknya memutuskan untuk berobat jalan. Namun sayang, obat yang diberikan dirasa tidak berpengaruh terhadap kondisi kesehatannya hingga memutuskan pengobatan alternatif.

“Tetapi sekarang kondisi sedang sulit jadi diberhentikan. Kemarin operasi pakai Jamkesmas disuruh nebus obat sendiri dan selama ini kebanyakan makan obat itu sudah tidak mempan lagi,” terang ibu dua anak itu.

Yang juga dikeluhkan, perubahan dari upaya berobat alternatif sifatnya hanya sementara, imbas keterbatasan ekonomi, di mana diketahui Randi sudah tidak bekerja sejak sakit dan sang istri hanyalah pedagang kecil di sekolah dasar.

“Motor dan emas saya jual buat berobat dan sekarang dagangan saya agak sepi. Jadi pemasukan buat makan aja susah,” keluh Selvi.

Sejauh ini, ia mengaku belum ada pihak terkait maupun pamong setempat yang datang untuk melihat kondisi suami yang dulunya adalah seorang buruh bangunan itu.

Dia berharap pemerintah bisa memperhatikan rakyatnya yang sedang kesusahan dalam mengobati penyakitnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial (Dissos) Bandarlampung Tole Dailami mengaku belum mengetahui adanya hal tersebut. Dia berjanji akan melakukan tinjauan bersama pamong setempat.

“Nanti kita telusuri, dan kita minta TKSK koordinasi dengan camat untuk lihat ke sana,” singkatnya. (mel/sur)

Komentar

Rekomendasi