oleh

Diskes Ambil Swab Tenggorokan Enam Keluarga Pasien Positif Corona

RADARLAMPUNG.CO.ID – Tracking terhadap siapa saja yang pernah kontak dengan pasien 01 yang dinyatakan positif virus corona (Covid-19) terus dilakukan. Dinas Kesehatan (Dinkes) Lampung pun telah mengambil swab tenggorokan enam anggota keluarga pasien tersebut untuk dikirim ke Litbangkes Kementerian Kesehatan.

“Untuk pertama sudah diambil sampel 6 orang anggota keluarga, dan sudah dikirim. Ke enamnya ini ada yang berada di satu rumah dengan pasien dan ada anak yang tidak satu rumah,” beber Kadiskes Lampung Reihana saat ditemui di Kantor Gubernur Lampung, Kamis (19/3).

Tracking ini, lanjut Reihana, dilakukan terutama dari keluarga. Namun, karena sampai saat ini keluarga tak menunjukkan gejala maka tidak dilakukan isolasi.

“Tracking sudah dilakukan terutama keluarga, tapi keluarga tidak diisolasi. Sampai hari ini juga tidak ada yang menunjukkan gejala. Maka kami minta cukup self isolation, di rumah sendiri dahulu. Mulai memakai masker, di kamar sendiri, social distancing, dan tidak usah kemana-kemana dulu,” tambah Reihana.

Dia melanjutkan, untuk orang dalam pemantauan (ODP) tidak harus di rumah sakit untuk menjalani isolasi, namun tetap bisa diambil swabnya untuk pemeriksaan laboratorium.

Kini hasil swah tenggorokan ke enam anggota keluarga ini telah dikirim ke pusat. Selain keluarga tracking pasien berobat selama belum diketahui terkena virus corona juga dilakukan.

Namun, Reihana masih menunggu bantuan dari Kementerian Kesehatan dahulu karena dalam mengambil swab butuh media khusus untuk membawa hasil swab tenggorokan guna diperiksa. Untuk itulah Dinkes Lampung tengah meminta bantuan Kemenkes terkait ini.

Reihana mengakui saat ini di Lampung masih kekurangan beberapa hal. Di antaranya mengenai alat pelindung diri.

“Iya kami kekurangan alat pelindung diri, karena kami kesulitan untuk membeli. Dan ada banyak mau beli tapi gak bisa jual. Tapi kita sudah koordinasi ke Kemenkes. Semua kebutuhan alat pelindung diri dan pemeriksaan laboratorium butuh media untuk mengambil sampel, sekarang sisanya 6 media saja. Maka kami utamakan untuk sample keluarga dekat, sudah diambil labnya,” tambah Reihana.

Namun masyarakat diminta tidak panik, Reihana menghimbau semua masyarakat mengikuti anjuran pemerintah mulai self isolation, social distancing, dan melakukan kegiatan work from home (di rumah saja).

“Masyarakat tidak perlu panik, mari bersama gotong royong apa kebijakan pemerintah mulai self monitoring, self distantion, work from home, dengan begitu sudah bersama pemerintah melawan pandemi global ini. Saat ini fokus kami adalah mendapatkan alat perlindung diri untuk petugas kesehatan. Kita minta 1.000, kita pantau akan datang dari BNPB, kalau sudah datang bisa langsung diberikan kepada kita. Ada bantuan juga dari yang rencananya 200 buah APD dalam 2 atau 3 hari sampai. APD sendiri berupa sarung tangan, masker, baju, juga penutup mata. Yang kita bagi pertama rujukan dulu baru rumah sakit lainnya. Masyarakat diimbau tenang karena orang-orang sudah didata tracking siapa saja yang pernah kontak,” tandasnya. (rma/sur)

Komentar

Rekomendasi