oleh

Dampak Covid-19, Okupansi Hotel Turun

radarlampung.co.id – Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) Lampung menghitung rata-rata industri hotel mengalami penurunan okupansi (tingkat keterisian kamar) sampai 10% akibat wabah Covid-19.

Wakil Ketua IHGMA Lampung Adhi Wahyu Prasetyo, CHA mengatakan, penurunan okupansi atau tingkat hunian hotel, karena dampak dari kebijakan pemerintah agar masyarakat melakukan isolasi diri dalam memutus penyebaran wabah Covid-19.

“Covid-19 ini sangat memukul dunia pariwisata dan dunia perhotelan. Okupansi untuk Maret 2020 yang diprediksi mencapai 80 persen, ambruk sampai ke 10-30 persen,” katanya.

Menurutnya, situasi sulit ini membuat perusahaan harus berpikir keras mencari jalan keluar. Adapun, biaya operasional paling besar dalam industri hotel dan restoran adalah tenaga kerja serta biaya langganan listrik. “Khusus di Bandarlampung, untuk hotel berbintang (2-4) ada sebanyak 30 hotel, sedangkan hotel  non berbintang sekira 25 hotel,” ucapnya.

Menyikapi instruksi pemerintah dalam memutus penyebaran wabah Covid-19, IHGMA juga telah mengeluarkan standar operasional prosedur (SOP) kesehatan. SOP yang diterapkan berupa penertapan one gate system (masuk dari satu pintu yang sama) berupa pengukuran suhu tubuh, cuci tangan, dan penyemprotan disinfektan.

“Bagi pengunjung yang batuk juga diberikan masker, selain itu kita juga sudah berkomunikasi dengan dinas kesehatan, maka setiap warga asing yang datang akan dilaporkan untuk dicek terlebih dahulu,” jelasnya.

Dia menyebutkan, ada beberapa hotel yang menyediakan ruang isolasi bagi pengunjung yang bersuhu 38 derajat selsius, sebagian lainnya segara menelepon dinas kesehatan untuk dicek. “Dinas kesehatan akan datang untuk dicek secara detail terhadap pengunjung yang bersuhu minimal 38 derajat selsius,” jelasnya. (apr/yud)

Komentar

Rekomendasi