oleh

Seratusan Sapi di Tubaba Terserang BEF

radarlampung.co.id – Memasuki masa pancaroba ini, masyarakat khususnya peternak sapi di Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) dihimbau untuk mewaspadai serta mengantisipasi penyakit Bovine Ephemeral Fever (BEF) pada hewan ternak besar, terutama Sapi. Pasalnya, sejak Februari lalu, Dinas Peternakan (Disnak) Kabupaten Tubaba mencatat seratusan sapi di daerah setempat terjangkit penyakit yang akrab disebut Demam Tiga Hari tersebut.

Kabid Kesehatan Hewan (Keswan) pada Disnak Tubaba Desie Andriyani, SP, MM, didampingi Kasi Keswan drh. Irwan Sutrisno mengatakan, meski tingkat kematian yang disebabkan penyakit ini sangat kecil namun dirasakan cukup meresahkan peternak, sebab penyakit BEF dapat menyerang pada semua umur sapi mulai dari pedet (anakan sapi) sampai sapi dewasa.

“Artinya, tingkat kematian memang sangat kecil, tapi tetap berpengaruh dalam mencapai tingkat reproduksi yang optimal. Dua bulan ini saja sudah ada seratusan Sapi yang terserang penyakit BEF, tapi kita bersyukur masih dapat ditangani dengan cepat sehingga tidak ada kematian,”ungkapnya, Minggu (22/3) sore.

Baca :   Tercatat, Warga Perantauan yang Masuk Tubaba Sekitar 2.104 Orang

Dia menyebutkan, penyebab penyakit ini adalah virus yang ditularkan oleh serangga seperti nyamuk dan serangga lainnya. Sapi yang terjangkit BEF, lanjutnya, mengalami demam tinggi dan kaku bahkan nyeri dan sakit pada daerah persendian hingga kondisi terparah juga menyebabkan kepincangan.”Gejala klinis lainnya adalah keluarnya leleran atau lendir dari hidung. Selain itu, nafsu makannya juga turun drastis bahkan hilang, sehingga sapi menjadi lemas dan lesu,”terangnya¬†

“Jika sudah pada kondisi ini, penanganan medis harus dilakukan secara cepat untuk mencegah terjadinya komplikasi dengan penyakit lainnya yang dapat berujung pada kematian. Maka dari itu, masyarakat khususnya peternak diharapkan secepatnya menghubungi petugas kesehatan hewan terdekat sekiranya hewan ternaknya mengalami gejala itu agar dapat segera ditangani,”tandasnya.

Baca :   Maksimalkan Pencegahan dan Pengendalian, Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Bentuk Posko Terpadu

Kasi Keswan drh. Irwan Sutrisno menambahkan, di samping upaya pengobatan terhadap sapi yang telah terjangkit BEF, peternak juga dapat melakukan upaya pencegahan agar hewan ternaknya terhindar penyakit BEF. Yakni, dengan pemberian pakan bernutrisi cukup dan tambahan multivitamin. Tidak kalah pentingnya adalah pengendalian vektor penyakit dengan cara mengurangi populasi nyamuk di sekitar kandang.

“Pengendalian vektor ini tidak terlalu susah, cukup dengan melakukan penyemprotan insektisida secara rutin dan menjaga sanitasi kandang, serta bisa juga dengan cara tradisional yakni pengasapan di sekitar kandang seperti yang sering dilakukan peternak. Jika ternak sudah terlanjur terjangkit BEF, pemberian minuman suplemen berupa air gula merah ditambah garam juga sangat membantu pemulihan stamina sapi,” tukasnya. (fei/rnn/ang)

Komentar

Rekomendasi