oleh

ODP dan PDP Bisa Berubah Setiap Hari

RADARLAMPUNG.CO.ID – Perubahan data orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) terkait virus corona (Covid-19) di Lampung diakui Dinas Kesehatan (Dinkes) dapat berubah setiap harinya.

Kepala Dinkes Lampung yang juga Ketua Gugus Tugas Covid-19 di Lampung Reihana mengatakan, jumlah PDP dan ODP berubah tergantung dengan kondisi pasien tersebut. “Ya, jumlahnya (ODP dan PDP) selalu berubah setiap hari. Bukan berarti tetap, ODP ini kalau ada yang sudah bisa kita keluarkan akan kita keluarkan, PDP juga kalau negatif (hasil tes swab) ya kita keluarkan,” beber Reihana saat ditemui di Mapolda Lampung, Senin (23/3).

Namun jika hasil swab menunjukkan positif tetap akan mendapatkan perawatan intensif. Begitu pula PDP lainnya yang telah menjalani tes swab namun belum keluar hasilnya akan tetap masuk PDP dan mendapatkan perawatan.

Baca :   Pokdarkamtibmas Bagikan 350 Paket Sembako

Saat ini diketahui pasien Positif masih 1 orang laki-laki 62 tahun yang sedang mendapatkan perawatan di RSUDAM, sementara ada total 6 orang yang masuk PDP. Lima di antaranya di Bandarlampung sementara satu lainnya di Lampung Selatan. Hingga saat ini jumlah ODP sendiri sebanyak 724 orang.

Jumlah tersebut menurun dibandingkan jumlah hari sebelumnya, di mana positif tetap satu, PDP 6 orang, dan ada 805 orang yang masuk ODP.

“Untuk data PDP dan ODP kita akan berkoordinasi dengan kabupaten/kota dan ada sistem yang akan dilaporkan nantinya. Untuk itu kami tetap berharap masyarakat Lampung mengikuti kebijakan yang telah ditetapkan pemerintah saat ini mulai self monitoring, self isolation, dan social dan physical distancing ini sama saja. Dengan kita bergotong royong masyarakat dan pemerintah, kita bisa insyaAllah melalui pandemi global ini,” tambahnya.

Baca :   Alokasikan 10 Persen ADD untuk Tanggulangi Corona

Reihana juga mengajak masyarakat untuk berdiam diri dahulu di rumah. Dan senantiasa memonitoring dirinya di tengah pandemi global ini.

“Selain itu masyarakat juga diharapkan memonitor diri sendiri, dan isolasi mandiri tak kala demam, batuk, pilek, serta tetap berhubungan dengan petugas kesehatan di mana akan melihat kondisinya. Karena jikalau perlu diambil maka akan diambil swabnya. Kemudian social distancing, tidak ada dikerumunan, berdiam diri di rumah adalah yang terbaik. Pemerintah melakukan tugasnya, pelayanan kesehatan melakukan PDP dan masyarakat membantu melakukan tiga hal ini,” tandasnya.

(rma/sur)

Komentar

Rekomendasi